Kamis, 29 Oktober 2020

Banyak Masyarakat Mengabaikan Protokol Kesehatan karena Tidak Ada Sanksi Tegas

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Petugas melakukan cek suhu kepada pengunjung tempat hiburan malam. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Badan Pusat Statistik (BPS), hari ini, Senin (28/9/2020), merilis hasil survei tentang perilaku masyarakat di masa pandemi Covid-19, bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Hasil survei terhadap 90.967 orang responden yang berlangsung selama sepekan (7-14 September 2020), diketahui berbagai respon masyarakat terkait upaya penanganan wabah penyakit yang dilakukan pemerintah.

Salah satunya, soal ketidakpatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.

Suhariyanto Kepala BPS mengatakan, 55 persen responden menyatakan tidak mematuhi protokol kesehatan karena tidak ada sanksi yang tegas dari pemerintah.

“Lebih dari setengah dari total responden berpendapat, tidak adanya sanksi menjadi alasan untuk tidak mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Senin (28/9/2020).

Kemudian, alasan lain yang membuat masyarakat mengabaikan protokol kesehatan adalah harga alat pelindung diri seperti masker, hand sanitizer yang cenderung mahal (23 persen), dan pekerjaan menjadi susah karena menerapkan protokol kesehatan (33 persen).

Alasan berikutnya, aparat atau pimpinan yang tidak memberi contoh (19 persen), mengikuti orang lain (21 persen), tidak ada kejadian penderita Covid-19 di lingkungan sekitar (39 persen), dan alasan lainnya (15 persen).

Pada kesempatan itu, Kepala BPS mengajak semua pihak saling mengingatkan supaya masyarakat dengan kesadaran diri mematuhi protokol kesehatan.

“Semakin banyak yang menyampaikan pesan mengigatkan, maka semakin banyak yang terselamatkan. Orang-orang yang peduli dengan sesama adalah pahlawan kemanusiaan, sama halnya dengan tenaga kesehatan. Jangan ragu untuk menjadi polisi Covid-19,” pungkasnya.

Sekadar informasi, survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 menggunakan rancangan Non- Probability Sampling yang merupakan kombinasi dari Convenience, Voluntary dan Snowball Sampling untuk mendapatkan respon partisipasi sebanyak-banyaknya dalam kurun waktu satu minggu pelaksanaan survei.(rid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
27o
Kurs