Selasa, 4 Agustus 2020

Belajar Daring, Siswa Baru SMAN 15 Diajak Memiliki Empati Sosial

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Aktivitas MPLS di SMAN 15 Surabaya, ajak siswa baru bina empati. Foto: Totok suarasurabaya.net

Siswa baru atau peserta didik baru SMAN 15 Surabaya memang mulai Senin (13/7/2020) mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) secara virtual atau daring, tetapi tetap diajak memiliki empati sosial kepada sesamanya atau orang lain.

Johanes Mardijono Kepala SMAN 15 Surabaya membenarkan bahwa disela-sela pembelajaran secara virtual atau daring saat MPLS, dijadwalkan memang diselipkan pembinaan atau pembangunan empati sosial kepada orang lain atau sesamanya.

“Kekhawatiran saat belajar daring atau virtual para siswa menjadi egois dan tidak memiliki empati sosial pada orang lain, memang sempat menjadi perbincangan. Oleh karena itu di sela-sela pelaksanaan MPLS kami selipkan pesan-pesan tentang empati sosial kepada sesama,” kata Johanes Mardijono.

Seperti jika ada satu dia siswa baru yang tidak muncul di pembelajaran daring, maka siswa diberikan kesempatan untuk bertanya kepada yang bersangkutan tentang alasan mengapa tidak muncul atau tidak masuk mengikuti pembelajaran.

“Bisa jadi karena kehabisan paket data atau ada hal lain, sehingga tidak bisa mengikuti belajar melalui saluran daring yang sudah diwajibkan. Siswa kami harapkan membantu sesama kawannya untuk bisa bersama-sama mengikuti pembelajaran misalnya dengan ikut membantu membelikan paket data. Ini pembelajaran empati,” tambah Johanes Mardijono.

Hal-hal lainnya selama pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dijadwalkan memang disampaikan hal-hal terkait kebersamaan dan sikap empati pada sesama dan membangun kebersamaan.

Isa Anshori pemerhati pendidikan menyampaikan bahwa mengajak siswa baru atau peserta didik baru memiliki empati pada sesama memang perlu dilakukan meskipun pembelajaran saat ini dipastikan akan menggunakan daring.

“Karena kekhawatiran belajar daring akan menjadikan siswa egois, maka harus diupayakan juga diajarkan atau disiapkan materi-materi ajar yang disampaikan lewat daring itu tentang empati sosial, tentang kebersamaan, saling menghargai, yang memang agak sulit disampaikan tanpa bertatap muka. Tapi harus diwujudkan,” tegas Isa Anshori.

Oleh karena itu, Isa mengingatkan bahwa proses pembelajaran secara daring ke depan nanti juga wajib memperhatikan pembelajaran moral pada para siswa sebagai wujud pembangunan empati sosial bagi generasi milenial. “Pembangunan empati sosial perlu dilakukan. Generasi milenial di masa depan penuh tantangan,” pungkas Isa Anshori, Selasa (14/7/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Selasa, 4 Agustus 2020
26o
Kurs