Kamis, 22 Oktober 2020

Bio Farma Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Daerah Bandung

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi, vaksin Covid-19 atau virus corona. Foto: Reuters

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac perusahaan biofarmasi asal China, berpeluang menjadi solusi pandemi Covid-19 di Indonesia.

Dokter Kusnandi Rusmil Koordinator Uji Klinis Vaksin Covid-19 mengatakan, PT Bio Farma sudah mulai melakukan uji klinis tahap ketiga, di Bandung, Jawa Barat.

Uji klinis itu melibatkan 1.620 orang dengan rentang usia 18 sampai 59 tahun sebagai sampel. Uji klinis dijadwalkan selesai Januari 2021.

“Arahan khusus dari Presiden, usahakan vaksin ini cepat ada. Kalau bisa tiga bulan, tapi kami bilang nggak bisa tiga bulan. Karena kami harus melakukan dengan hati-hati dan dengan benar. Kalau untuk uji klinis medis itu ada tata cara yang udah diatur WHO. Nggak boleh dicepetin atau gimana nanti hasilnya tidak baik dan malah nanti vaksin itu tidak terpantau efek sampingnya dan kemudian manfaatnya,” ujarnya, Selasa (21/7/2020), usai bertemu Joko Widodo Presiden, di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.

Dalam proses uji klinis, PT Bio Farma bekerja sama dengan Universitas Padjadjaran dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kementerian Kesehatan.

Menurut Dokter Kusnandi, uji klinis tahap pertama dan kedua, sudah dilakukan di China, dan hasilnya efektif.

Selain di Indonesia, uji klinis Vaksin Covid-19 produksi Sinovac juga dilakukan di India, Bangladesh, sejumlah negara di Benua Afrika dan Amerika Latin.

Di tempat yang sama, Honesti Basyir Direktur Utama PT Bio Farma mengungkapkan, pihaknya bertanggung jawab terhadap distribusi dan produksi Vaksin Covid-19.

Terkait uji klinis yang akan dilaksanakan di daerah Bandung dan sekitarnya, perusahaan farmasi milik negara itu akan berkoordinasi dengan tim peneliti dari Universitas Padjadjaran untuk menentukan lokasinya.

Kalau hasil uji klinis tahap ketiga hasilnya efektif, PT Bio Farma akan mulai memproduksi massal Vaksin Covid-19.

Sesudah Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan persetujuan, vaksin itu bisa digunakan untuk keadaan darurat mulai kuartal pertama (April) 2021.

Nantinya, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan akan melakukan penyuntikan kepada pasien Covid-19.

Sekadar informasi, sebelum memilih Vaksin Covid-19 produksi Sinovac, Indonesia sempat menjajaki kerja sama pembuatan vaksin dengan beberapa pihak, salah satunya Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) yang bermarkas di Norwegia.(rid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan Menjelang Exit Tol Gunungsari arah Satelit

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2020
34o
Kurs