Rabu, 25 November 2020

BMKG Tanjung Perak Koordinasi Internal Antisipasi Dampak La Nina, Khofifah Minta Masyarakat Tidak Panik

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi: Grafis suarasurabaya.net

Badan Meteorologis, Klimatologi, dan Geofisika Tanjung Perak, Surabaya mengatakan, Badai La Nina berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi di Jawa Timur.

Taufik Kepala BMKG Tanjung Perak mengatakan, badai La Nina berdampak membawa perubahan cuaca seperti majunya musim hujan dengan curah hujan yang meningkat cukup tinggi.

“Otomatis, itu. Paling utama. Kalau dari rilis (BMKG pusat) tadi, (curah hujan diperkirakan) naik 25 persen,” ujarnya. “Kewaspadaan dan kesiapan penanganan harus ada.”

Kewaspadaan dan kesiapan itu, kata dia, harus dilakukan baik dari sisi kemaritiman dan dari sisi kegempaan. Juga semua pihak di Jatim agar mengantisipasi lebih dini potensi bencana ini.

Sebab itulah, kata Taufik, BMKG se-Jatim akan melakukan rapat koordinasi internal memetakan potensi bencana apa saja yang akan muncul di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Timur.

“Dua hari ini kami akan rapat kordinasi internal memetakan mana wilayah Jatim, kabupaten mana, potensi bencananya apa? Sehingga lebih fokus dan lebih diketahui. Kami akan lakukan kajian lagi dua hari ini,” ujarnya.

Hasil rapat koordinasi internal BMKG itu, kata dia, akan diserahkan ke Gubernur Jatim sebagai acuan langkah penanganan bagi Pemprov Jatim.

Dampak bencana akibat Badai La Nina, kata Taufik, bisa mengakibatkan angin kencang maupun puting beliung. Tidak hanya itu, karena La Nina mengakibatkan peningkatan curah hujan, bisa saja mengakibatkan banjir di Surabaya.

“Kalau banjir kondisinya tergantung curah hujan. La Nina ini memang berpengaruh kepada curah hujan. Jadi, ya, ada kemungkinan beberapa wilayah di Surabaya terdampak,” katanya.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim bilang, Pemprov akan menunggu hasil rapat koordinasi internal BMKG sebelum melakukan pemetaan antisipasi bencana secara lebih detail.

“Kami menunggu hasil rakor BMKG untuk bisa memetakan lebih detail 22 kabupaten/kota supaya melakukan kesiapsiagaan. Saya ingin sampaikan waspada, siap siaga, tapi tenang, jangan panik,” ujarnya.

Khofifah pun telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengumpulkan relawan dan Tagana dalam apel kesiapsiagaan di 3 titik. Baik di Mataraman, Tapal Kuda, dan Pantura.

“Sambil menunggu hasil rakor BMKG dua hari berturut-turut. Hasil rapat itu selanjutnya akan kami breakdown dengan bupati wali kota di 22 daerah itu kemudian secara simultan kami akan melakukan apel,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG sebagai bagian dari peringatan dini, kemungkinan dalam waktu dekat ini terjadi gelombang laut 3,5 meter. Dia akan memastikan nelayan harus terkonfirmasi tetap selamat.

“Dalam kondisi tertentu (mereka harus menyadari), oh, ini cuaca ekstrem. Sementara jangan melaut dua tiga hari dan seterusnya,” katanya.(den/tin/iss)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs