Minggu, 14 Agustus 2022

BPKN Ingatkan E-commerce Beri Ruang Produk Domestik Jelang Harbolnas

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Ilustrasi.

Dalam menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang menjadi kegiatan rutin pelaku e-commerce setiap tahun pada 12 Desember atau disingkat 1212, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mengimbau agar e-commerce dapat memberi ruang terhadap produk dalam negeri.

Rizal E Halim Ketua BPKN RI mengatakan berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tahun 2020, sebanyak 9,4 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah memanfaatkan platform daring dalam memasarkan produk mereka.

Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 80/2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, BPKN mengingatkan agar penyedia layanan e-commerce memberikan porsi yang besar bagi produk dalam negeri untuk dipasarkan dalam aplikasinya masing-masing.

“Oleh karena itu konsumen perlu didorong agar juga bangga untuk membeli dan menggunakan produk hasil karya negeri sendiri,” kata Rizal dalam keterangan di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Ada pun BPKN mendukung penuh kegiatan Harbolnas guna menghidupkan perekonomian nasional di era digital yang terdampak pandemi Covid-19. Ia berharap Harbolnas juga menjadi ajang mempromosikan dan memasarkan produk-produk nasional demi menggerakkan ekonomi Indonesia.

Meski demikian maraknya tawaran yang diberikan terkait Harbolnas 1212 membuat BPKN RI juga perlu mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berbelanja serta memperhatikan dengan detil tawaran yang diterima dari platform belanja daring.

Menurut Johan Effendi Ketua Komisi Komunikasi dan Edukasi, sepanjang 2020 ini keluhan pengguna e-commerce yang masuk ke BPKN adalah kedua terbesar di bawah sektor perumahan.

“Keluhan konsumen pengguna layanan e-commerce yang masuk ke BPKN sebesar 23,11 persen, nomor dua di bawah keluhan terhadap sektor perumahan yang sebesar 39,92 persen. Adapun jumlah pengaduan yang masuk berjumlah 295 pengaduan,” kata Johan seperti yang dilansir Antara.

Hingga 30 November 2020, dari 295 pengaduan, BPKN memproses 206 pengaduan dengan 89 pengaduan berhasil diselesaikan dan hak konsumen dipulihkan.

Mengenai ragam keluhan yang diterima BPKN, Johan menyebutkan keluhan tersebut berupa masalah pengembalian dana (refund), phising dengan pengambilalihan One Ttime Password (OTP), pembelian barang yang bermasalah, cashback yang tidak didapat, voucher yang tidak bisa digunakan, hingga garansi yang tidak dipenuhi.

Oleh karena itu Johan mengingatkan agar konsumen cerdas dalam memanfaatkan ragam tawaran yang dipromosikan saat Harbolnas. Menurut dia, keberhasilan Harbolnas tidak hanya sekedar ditentukan dari nilai transaksi yang terjadi.

“Namun juga bagaimana masyarakat nantinya mendapat kenyamanan dan keamanan dalam bertransaksi, informasi yang benar dan akurat serta produk yang berkualitas seperti dijanjikan,” kata dia.(ant/tin)

Berita Terkait

Kiat Aman Belanja Online Saat Corona

Tips Aman Belanja Online Saat Harbolnas

Cek Ini Sebelum Memanfaatkan Harbolnas

Harbolnas, Ini Trik Berbelanja Tanpa Kalap


Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Minggu, 14 Agustus 2022
25o
Kurs