Kamis, 24 September 2020

Brazil Lampaui 50.000 Kematian Akibat Covid-19

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Foto udara bayangan salib di pemakaman Parque Taruma, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19) di Manaus, Brazil, Senin (15/6/2020). Foto diambil dengan drone. Foto: Reuters/Bruno Kelly

Brazil yang menjadi lokasi terparah berjangkitnya Covid-19 setelah Amerika Serikat. Negara tersebut secara resmi mencatat lebih dari 50.000 kematian pada Minggu (21/6/2020). Ini menjadi satu pukulan bagi negeri yang dilanda lebih dari sejuta kasus tersebut dan menambah ketaidakstabilan politik dan kelumpuhan ekonomi.

Dikutip dari Reuters yang dilansir Antara, Kementerian Kesehatan Brazil mencatat total 1.085.038 kasus terkonfirmasi dan 50.617 kematian, naik dari 49.976 pada Sabtu (20/6/2020). Para ahli mengatakan bahwa jumlah yang sebenarnya jauh lebih tinggi karena kurangnya pengujian yang menyeluruh.

Negeri terbesar Amerika Latin itu dalam banyak kasus mencatat lebih dari 1.000 kematian per hari tapi biasanya mencatat lebih sedikit pada akhir pekan.

Brazil mengonfirmasi kasus pertama virus corona pada 26 Februari dan melewati 1 juta kasus pada Jumat (19/6/2020). Sejak kasus pertama dan penyebaran yang cepat di Brazil, perlahan mengikis dukungan bagi Presiden Jair Bolsonaro karena meningkatkan kekhawatiran ambruknya ekonomi, setelah beberapa tahun sebelumnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut sangat rendah.

Bolsonaro dikritik secara meluas karena cara kurangnya penanganannya terhadap krisis itu. Negeri itu masih belum punya menteri kesehatan karena mengundurkan diri sejak April setelah berselisih dengan presiden.

Bolsonaro sempat menafikkan jaga jarak sosial, dan menyebutnya sebagai upaya menghilangkan lapangan pekerjaan. Dia juga mempromosikan dua obat anti malaria, chloroquine dan hydroxychloroquine, meskipun kemanjurannya hanya sedikit.

Pada Minggu kemarin, Bolsonaro mengatakan bahwa militer akan melayani kehendak rakyat dan misinya adalah mempertahankan demokrasi. Pernyataannya ini mengobarkan perdebatan yang penuh kemarahan mengenai peran angkatan bersenjata di tengah kerapuhan politik.

Komentar-komentarnya muncul pada hari yang sama dengan berkumpulnya pendukung dan pengecamnya di kota-kota seluruh negeri, yang menandakan secara mencolok terjadinya polarisasi di negara itu.(ant/tin)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

M. Aprileo Habie

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Kamis, 24 September 2020
26o
Kurs