Senin, 30 November 2020

Buruh dan Mahasiswa Akan Konsolidasikan Massa Lebih Besar Lagi

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Sejumlah massa perempuan yang berada di barisan paling depan iring-iringan rombongan membawa tampah yang dihias membentuk tulisan tagar Mosi Tidak Percaya di Jalan Gubernur Suryo, Surabaya pada Selasa (20/10/2020) sore. Foto: Anton suarasurabaya.net

Ribuan massa Gerakan Menolak Omnibus Law (Getol) Jatim mengakhiri aksi demonstrasi di depan Gedung Negara Grahadi dengan membacakan pernyataan sikap mendesak pemerintah membatalkan Omnibus Law.

Safik Udin Ketua SPBI KASBI Gresik dalam pernyataan pers mengatakan, aksi hari ini merupakan aksi di hari pertama. Aksi yang diikuti sekitar 1500 massa aksi berjalan tertib. Menurutnya, aksi di hari berikutnya akan terus digelar.

Dia juga mengajak seluruh elemen sipil agar tergabung dalam konsolidasi Getol untuk aksi demonstrasi selanjutnya. Karena Omnibus Law mereka nilai sangat merugikan rakyat tidak hanya di klaster ketenagakerjaan.

Aksi ini akan dilakukan sampai Omnibus Law dibatalkan. Safik bilang, kalau pemerintah tetap tidak menghiraukan desakan rakyat berarti pemerintah tidak sayang rakyatnya.

“Omnibus Law berbahaya tidak hanya di klaster ketenagakerjaan, karena ini merugikan seluruh rakyat. Kalau omnibus law tidak dibatalkan, pemerintah tidak sayang rakyat,” katanya.

Safik juga akan melakukan evaluasi terkait penangkapan sejumlah orang di sekitar massa aksi. Menurut Safik, sebagian dari mereka baik itu yang datang belakangan merupakan rakyat yang menolak Omnibus Law.

“Kawan-kawan yang tidak terkoordinasi, mereka tergabung atau tidak mereka tetap bagian dari perlawanan penolakan Omnibus Law. Kami akan mengecek dan evaluasi,” katanya.

Devi Kurniawan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Surabaya mewakili elemen mahasiswa mengatakan, elemen mahasiswa tetap konsisten menolak keras kebijakan pemerintah dan DPR mengesahkan Omnibus Law ini.

“Kami menyampaikan mosi tidak percaya. Kami akan konsolidasi dengan rakyat dan buruh serta elemen lain. Kami terus berjuang bersama rakyat,” katanya.

Demonstrasi kali ini berjalan tertib, bahkan beberapa mahasiswa sempat menjalankan shalat maghrib berjamaah di Jalan Gubernur Suryo sebelum membubarkan diri. (bid/ISS)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Senin, 30 November 2020
28o
Kurs