Senin, 3 Agustus 2020

Chandra Oratmangun Sosok Berdedikasi dan Setia Kawan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Chandra Oratmangun Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya memberikan tali asih pribadi kepada keluarga Dian Oktavia (21) bersama bayinya yang menderita sakit Hydrocephalus. Foto: Istimewa

Chandra Oratmangun wafat. Kabar itu diterima para kawan sejawatnya di Pemkot Surabaya sekitar pukul 17.20 WIB. Kabar duka yang menyesakkan dada.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun, betul beliau meninggal. Kami menerima kabar sekitar pukul 17. 20 WIB, sekitaran mepet maghrib,” ujar Eddy Christijanto Kepala Satpol PP Kota Surabaya, kepada suarasurabaya.net, Senin petang.

Di mata Eddy, almarhumah adalah sosok pekerja keras. Orang yang berdedikasi. Bila mendapat perintah dari pimpinan, apapun itu selalu berusaha melaksanakan secepat-cepatnya, sebaik baiknya, dan sesempurna sempurnanya.

“Baik beliau saat masih di Bidang Linmas, selalu melakukan pekerjaan melampaui tugas dan fungsinya. Begitu juga saat di Dinas PMK beliau mampu me-manage, yang menurut saya PMK itu sangat besar dan tugas yang sangat berat, tapi beliau mampu. Begitu pula saat di DP5A, kalau ada kasus anak anak atau KDRT beliau selalu turun langsung,” kenang Eddy.

Chandra Oratmangun Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Surabaya membantu proses evakuasi dua petugas PMK yang terkena luka bakar saat pemadaman. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Eddy menceritakan sosok Chandra yang penuh dedikasi dalam bekerja di DP5A. Saat itu malam hari, ada seorang anak dengan masalah sosial diamankan di kantor BPB Linmas. Setelah mendengar kabar itu, Chandra langsung meluncur ke kantor Linmas di Jalan Jaksa Agung Suprapto itu untuk mendampingi langsung.

“Saya ada cerita, saat saya masih di BPB Linmas. Saya mengamankan anak-anak kenakalan remaja, beliau langsung datang malam-malam ke kantor mendampingi dan dibawa sendiri ke shelter (rumah aman). Itulah Bu Chandra. Beliau bekerja tidak setengah-setengah. Kalau boleh saya sebut beliau kerja lebih dari 100 persen melebihi dari porsinya,” katanya.

Chandra Oratmangun Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP5A) Kota Surabaya saat menjenguk Muhammad Pandhu Firmansyah, bayi lima bulan warga Jojoran, Surabaya, yang menderita hidrosefalus dan kelainan wajah sehingga tidak bisa mendapat asupan gizi secara normal. Foto: Humas Pemkot Surabaya

Kesaksian baik juga datang dari kawan lain. Irvan Widyanto Kepala BPB Linmas Kota Surabaya mengatakan, Chandra Oratmangun adalah sosok yang total dalam mengerjakan amanah apapun yang diberikan pimpinan. Dalam pergaulan pertemanan, Chandra juga dinilai Irvan sangat setia kawan.

“Saya bersaksi kalau beliau betul-betul orang baik. Humble dengan setiap orang, menyapa terlebih dulu. Sangat keibuan. Dengan teman setia kawan. Ringan tangan, tanpa diminta pun siap membantu kalau ada kawan dalam kesulitan tugas. Beliau ramah bersahaja. Selalu menerima masukan dari orang lain,” kata Irvan.

Irvan juga melihat kalau Chandra pekerja keras di manapun posisi jabatannya. “Baik di mana pun, baik di Linmas, PMK dan DP5A. Bahkan kalau soal kebencanaan, beliau selalu paling pertama berasa di lokasi,” kata mantan Kasatpol PP ini.

Chandra Oratmangun, perempuan dengan tiga cucu ini menghembuskan napas terakhir di RS setelah sakit sekitar tiga minggu.

Eddy Christijanto mengatakan, Chandra bekerja sangat keras dalam menangani Covid-19 di Surabaya. Pekerjaan terakhir paling intensif, dia bertugas mengepul sumbangan atau CSR sembako dari mana pun di Gedung Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim Surabaya.

“Beliau di sana berhubungan dengan banyak orang yang mengantar beras maupun sembako lainnya untuk Covid-19. Kami semua berduka,” kata Eddy. (bid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Kerikil Berserakan, Lalu Lintas Macet

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Surabaya
Senin, 3 Agustus 2020
29o
Kurs