Sabtu, 23 Januari 2021

Daerah dengan Kasus Aktif Covid-19 di Atas Seribu Menurun

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19, Kamis (26/11/2020), di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Istimewa

Dalam empat pekan terakhir, jumlah kabupaten/kota di Indonesia dengan kasus aktif di atas seribu, menurun.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19, dari 12 kabupaten/kota pada 18 Oktober, per 15 November tercatat tinggal 9 kabupaten/kota yang kasus aktifnya di atas seribu.

Sembilan kabupaten/kota itu antara lain, Kota Jayapura (2.445 kasus), Kota Bekasi (2.000 kasus), Jakarta Timur (1.558 kasus), dan Kota Padang (1.524 kasus).

Kemudian, Jakarta Selatan (1.309 kasus), Kabupaten Bekasi (1.252 kasus), Jakarta Barat (1.134 kasus), Kota Depok (1.096 kasus), dan Kota Pekanbaru (1.036 kasus).

“Ini merupakan capaian yang sangat positif (baik). Kami ucapkan terima kasih atas jerih payah kita semua yang sudah bergotong royong terus menekan laju penularan. Namun tetap saya ingatkan, jangan sampai capaian ini membuat kita lengah,” ujar Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar Satgas Covid-19, Kamis (26/11/2020), di Kantor Presiden, Jakarta.

Wiku mengimbau pemerintah daerah tetap melakukan pengawasan, sosialisasi, penegakan disiplin dan memberikan sanksi kepada masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Menurutnya, kolaborasi pemerintah dan masyarakat kunci utama menekan kasus aktif di tingkat nasional.

“Kita harapkan jumlah kabupaten/kota dengan kasus aktif diatas 1000, semakin menurun. Sehingga dapat berkontribusi terhadap penurunan kasus positif di tingkat nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Wiku mengapresiasi tujuh provinsi yang berhasil menekan kasus Covid-19.

Papua mengalami penurunan 73,8 persen, Jawa Tengah turun 31,2 persen, Jawa Barat turun 19,6 persen, Kalimantan Timur turun 9,8 persen, Bali turun 8,4 persen, Sumatera Barat turun 7,6 persen, dan Aceh turun 6,7 persen.

Lalu, Dokter Wiku mengingatkan beberapa daerah yang mengalami kenaikan kasus tertinggi, untuk lebih serius menekan penambahan kasus.

Di antaranya, Riau yang mengalami kenaikan 139,4 persen, Jawa Timur naik 44,4 persen, DKI Jakarta 23,9 persen, Sulawesi Selatan naik 18,8 persen, Kalimantan Selatan naik 10,4 persen, dan Sumatera Utara naik 9 persen.

“Hal ini menunjukkan, meskipun jumlah provinsi yang mengalami kenaikan lebih sedikit, namun persentase kenaikan tertingginya dua kali lipat dibandingkan persentase provinsi dengan penurunan tertingginya,” pungkasnya.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Sabtu, 23 Januari 2021
31o
Kurs