Sabtu, 11 Juli 2020

Dapat Target dari Presiden, Pemprov Jatim Mulai Menata Sistem Rujukan Rumah Sakit

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim saat meninjau RS Lapangan COVID-19 yang berlokasi di area Gedung Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan Jalan Indrapura 17 Surabaya beberapa waktu lalu. Foto: Humas Pemprov Jatim

Joko Widodo Presiden menargetkan, dua minggu setelah kunjungannya beberapa waktu lalu, situasi Covid-19 di Jatim membaik. Pemprov Jatim pun menyusun sejumlah skenario. Salah satunya, menata sistem rujukan rumah sakit di Jatim.

Dokter Joni Wahyuhadi Koordinator Kuratif Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur bilang, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menugaskan dirinya untuk menerjemahkan skenario yang ada.

“Kami ditugaskan gubernur, bagaimana memikirkan tugas yang diberikan dari Pak Presiden. Ada beberapa skenario yang Bu Gubernur buat, saya bertugas menterjemahkan skenario itu,” ujarnya.

Skenario pertama, kata Joni, adalah skenario penataan lapangan. Pemprov Jatim akan mengatur agar Rumah Sakit Darurat di Jalan Indrapura bisa memuat lebih banyak pasien.

“Kami akan meningkatkan kapasitas Rumah Sakit Darurat dan memperluas pelayanannya, baik pelayanan ibu melahirkan (dengan Covid-19), pelayanan pasien sedang dan berat. RS Lapangan kami arahkan ke sana,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov juga akan mengatur agar semua rumah sakit di Jatim siap menjadi rumah sakit darurat untuk merawat pasien Covid-19, terutama untuk gejala ringan dan sedang.

“Begitu (gejalanya menjadi, red) berat, kirim ke rumah sakit yang memang kami tunjuk. Sehingga kecepatan penanganannya bisa lebih komprehensif,” kata Joni ketika ditemui setelah rapat dengar pendapat di DPRD Jatim, Senin (29/6/2020).

Untuk memenuhi kecepatan itulah Pemprov Jatim mengatur sistem rujukan rumah sakit yang komprehensif demi mengatasi kelebihan kapasitas rumah sakit, seperti yang terjadi di Sidoarjo, saat ini.

“Kami akan satukan rumah sakit-rumah sakit itu melalui apa yang disebut sebagai hospital disaster plan. Kami satukan perencanaannya, kami satukan sistem rujukannya,” ujarnya.

Rumah Sakit Darurat di Indrapura yang akan menjadi koordinator rujukan rumah sakit di Jatim. Seluruh rumah sakit harus memasukkan data yang ada ke dalam sebuah aplikasi yang sudah ada.

“Berapa yang dirawat? Kriteria pasien bagaimana? Berapa bed-nya? Bagaimana alatnya? Nanti tinggal melihat di aplikasi. Kami sudah punya (aplikasinya), nanti ditata di situ,” kata Joni.

Satu lagi skenario yang sedang disiapkan, yakni mempersiapkan Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Universitas Airlangga Surabaya sebagai pusat rujukan layanan kehamilan dengan Covid-19.

“RSKI sudah kami sepakati untuk menjadi pusat rujukan layanan maternal (kehamilan) dengan covid-19. Sebelumnya ke RS Dr Soetomo semua. Sampai kami kehabisan tempat,” ujar Joni yang juga Dirut RSUD Dr Soetomo Surabaya itu.

Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sebagai organisasi profesi dokter kandungan, menurut Joni, sudah menyampaikan kepada korpsnya agar sementara ini tidak merujuk pasien melahirkan dengan Covid-19 ke RSUD Dr Soetomo.

“Kawan-kawan kandungan (di RSUD dr Soetomo) sekarang menyelesaikan yang ada dulu. POGI juga sudah menyampaikan kepada korps mereka, sementara ini RSKI sedang disiapkan,” katanya.

Perlu diketahui, saat ini RSUD Dr Soetomo Surabaya sedang merawat 1.907 orang pasien Covid-19. Sebanyak 865 orang di antaranya, atau sekitar 79 persen, adalah pasien dari Kota Surabaya.

Menambah RS Rujukan di Surabaya Barat

Joni Wahyuhadi sebagai Koordinator Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim mengatakan, dia baru saja ditelepon staf Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK).

Staf Menko PMK itu menyampaikan, perlu ada tambahan rumah sakit rujukan di Surabaya Barat. “Saya usulkan BDH (Bakti Dharma Husada), punya Pemkot Surabaya,” katanya.

“Di tengah sudah ada RS Dr Soetomo dan RSUA yang ditujukan menangani pasien sedang dan berat. BDH juga nanti menangani ringan, sedang, dan berat. Utara juga ringan sedang berat,” katanya.

Rencana penambahan rumah sakit rujukan di Surabaya Barat ini menjadi satu kesatuan dalam skenario penataan rumah sakit yang ada dalam penanganan Covid-19 di Jatim. Tidak hanya di Surabaya, Pemprov juga mempersiapkan RS di daerah lain.

“Saya sudah matur, rumah sakit daerah juga akan kami tingkatkan kemampuannya. Terutama tadi, untuk pelayanan ibu melahirkan, juga untuk pelayanan pasien dengan gejala sedang dan berat,” katanya.(den/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Meinara Iman Dwihartanto

Potret NetterSelengkapnya

Fortuner Masuk Sungai Kaliwaron

Mobil Masuk Sungai di Kaliwaron

Mobil Tabrak Pohon

Jangan Sembarangan Main Layang-Layang, Guys

Surabaya
Sabtu, 11 Juli 2020
25o
Kurs