Sabtu, 23 Januari 2021

Gunung Semeru Erupsi, Bupati Lumajang Tutup Jalur Pendakian TNBTS

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Foto dokumentasi sejumlah pendaki berada di jalur pendakian Gunung Semeru. Foto: Antara

Thoriqul Haq Bupati Lumajang mengatakan jalur pendakian Taman Nasional Bromo Tengger Semeru ditutup pasca erupsi Gunung Semeru, Selasa (1/12/2020).

“Pendakian masih ditutup. Kita sampaikan ke temen-temen TNBTS untuk ditutup dulu sambil memastikan betul-betul kondisi Semeru aman,” kata Thoriq saat mengudara di Radio Suara Surabaya, Selasa sore.

Langkah ini diambil terkait aktivitas erupsi di Gunung Semeru yang terpantau di luar kebiasaan. Thoriq menjelaskan, gunung tertinggi di Jawa Timur ini unik karena dalam beberapa hari bahkan minggu kerap mengeluarkan erupsi-erupsi kecil.

“Tetapi semalam mulai jam 02.00 sampai 04.33 WIB di luar dari kebiasaan erupsinya Semeru. Erupsi cukup tinggi dan kuat, getaran gempa cukup signifikan sehingga dalam waktu 3 jam, masyarakat melihat lahar turun dari puncak Gunung Semeru,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya terus memantau aktivitas Semeru di tengah kondisi curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir. Ia mengkhawatirkan curah hujan tinggi dapat menyebabkan pasir dan lahar panas Semeru akan mengalir dengan cukup deras karena ketinggian Semeru ke DAS (Daerah Aliran Sungai) cukup curam.

Sebagai langkah antisipasi, pihaknya telah mengungsikan 400 KK yang ada di Dusun Sumbersari karena ketinggian lahar Semeru dalam bentuk pasir dan debu berkisar antara 30-40 meter dari dasar sungai.

Sementara Yanuar Rachmadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim bilang, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama ratusan bantuan kebutuhan dasar sudah menuju ke lokasi pengungsian di Lumajang.

Bantuan yang dikirimkan antara lain sejumlah unit tenda, satu ton beras, 500 boks mie instan, 200 liter minyak goreng, hand sanitizer, disinfektan, 5.000 masker, satu unit genset, dan tiga mobil siaga.

Menurutnya, saat ini sudah berdiri tenda pengungsian memanfaatkan salah satu ruang sekolah di salah satu SD, juga sejumlah tenda posko kesehatan dari Dinas Kesehatan, serta sejumlah mobil tangki air.

“Di sana juga ada dapur umum. Pengungsinya kurang lebih 500 orang. Sekarang masih pendataan. Masih berkembang dan masih pemilahan data pria, wanita, orang tua, dan anak-anak,” katanya. (dfn/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Pak Nunut Pak …

Jelang Tol Manyar Banjir

‘Ranjau’ di Bawah Layang Trosobo

Empat Stand Pasar Ikan Hias Gunung Sari Terbakar

Surabaya
Sabtu, 23 Januari 2021
31o
Kurs