Selasa, 16 Agustus 2022

Hadapi Revolusi Industri 4.0, UK Petra Jawab dengan IoT dan DSA

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Mereka peserta program DSA belajar di Belanda sesuai program studi yang diambil di UK Petra Surabaya. Foto: Humas UK Petra

Menjawab tantangan masa depan terkait teknologi kecerdasan (Artificial Intelegence) yang mewarnai berbagai pekerjaan, Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya hadirkan dua program baru di semester gasal 2021/2022. Program Internet of Things (IoT) dan program Data Science & Analytics (DSA). Keduanya di bawah naungan Fakultas Teknologi Industri (FTI) UK Petra.

Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc., selaku Dekan FTI (Fakultas Teknologi Industri) UK Petra Surabaya menjelaskan bahwa dua program barui tersebut merspon penguasaan teknologi pada masa Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang hadir di berbagai bidang kehidupan masyarakat.

“Kami merespon perkembangan dan peran penguasaan teknologi di era Revolusi Industri 4.0 serta Society 5.0 yang mempengaruhi semua bidang kehidupan manusia. Termasuk dampaknya dalam dunia bisnis, kesehatan, transportasi, pariwisata, pendidikan hingga ekonomi,” terang Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc.

Program Internet of Things (IoT), ditambahkan Juliana sapaan Dr. Juliana Anggono, S.T., M.Sc., bahwa mahasiswa mengenal dan belajar berbagai hal baru. Mulai dari industri, kesehatan hotel, hingga konsep dan skill praktis, yang diharapkan mampu melakukan pembaharuan data tanpa intervensi manusia.

“Mahasiswa akan belajar konsep dan skill praktis dengan memanfaatkan semaksimal mungkin internet untuk saling menghubungkan berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari industri, kesehatan, hotel, healthcare dan lain-lain. Harapannya mampu melakukan akuisisi data tanpa intervensi manusia,” tambah Juliana.

Selama delapan semester para mahasiswa akan mendapatkan materi pembelajaran seperti teknik akuisisi data dengan sensor, konektivitas, pemrograman, big data storage dan pemrosesan data dengan AI (Artificial Intelegence). Tidak hanya itu saja, dalam program baru ini juga akan mendapatkan pengalaman internasionalisasi dengan China dan Korea.

Program Data Science & Analytics (DSA), mengajak mahasiswa belajar untuk meng-handle data, menganalisanya sehingga data bermakna untuk sebuah pengambilan keputusan. Pengambilan keputusan berbasiskan data menjadi keunggulan bersaing bagi organisasi bahkan negara.

“Bagi sebuah perusahaan, kemampuan membaca data dengan cepat dan tepat menjadi sebuah kebutuhan di masa Revolusi Industri 4.0 ini. Sebab Big Data mulai dari Volume-Velocity-Variety dan Veracity cukup rumit,” tambah Juliana.

Dipastikan nantinya para mahasiswa akan belajar banyak hal mulai dari Data Mining, Data Modeling for Data Science, Data Presentation & Visualization, Machine Learning, Big Data Analysis dan Applied Statistics.

Konsekuensi perkembangan teknologi yang pesat adalah lebih banyak data yang terus dihasilkan dari berbagai macam jenis industri. Pengalaman internasional pun didapatkan baik itu melalui program Dual Degree di Belanda serta program Double Degree di Australia. Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Rektor UK Petra Surabaya menanggapinya sebagai langkah mengahdapi Revolusi Industri 4.0.

“UK Petra menyikapi perubahan-perubahan pesat ini dengan merevisi kurikulum semua program studi dengan Kurikulum 2020, dan membuka program-program baru yang sangat relevan dengan Revolusi Industri 4.0 mendatang,” pungkas Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Senin (10/8/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
25o
Kurs