Selasa, 11 Agustus 2020

Hari UMKM Internasional, Webinar Ubaya Ingatkan Mentalistas Terus Maju

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Webinar dalam rangka Hari UMKM Internasional digelar Universitas Surabaya. Foto: Humas Ubaya

Webinar gelaran Universitas Surabaya (Ubaya) rayakan Hari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Internasional bersama International Council for Small Business (ICSB) Indonesia, Sabtu (27/6/2020) ingatkan pentingnya mentalitas untuk maju.

Rektor Ubaya, Ir. Benny Lianto, MMBAT hadir sebagai pembicara dalam webinar (web seminar) Selamat Datang New Normal: Menyerah Bukan Pilihan, bersama Hermawan Kartajaya Founder and Chairman ICSB Indonesia.

Webinar ini diikuti oleh ribuan peserta dari UMKM berbagai daerah di Indonesia, akademisi, praktisi, dan pemerintah yang diselenggarakan Sabtu (27/6/2020) oleh ICSB Indonesia.

Ir. Benny Lianto, MMBAT, Rektor Ubaya menyampaikan materi mengenai peran strategis perguruan tinggi mendukung UMKM Indonesia maju dan unggul. Topik yang disampaikan berjudul: The Strategic Role Of University In Empowering Micro Small Enterprises: A Case Of Ubaya, dan Hermawan Kartajaya membahas New, Next, and Post Normal.

Past President ICSB Global, Ki-Chan Kim melalui sambutannya mengajak pelaku usaha untuk menjadi human entrepreneurship yang memiliki visi dan empati dalam menghadapi situasi krisis saat ini. Menurut hipotesisnya, visi dan empati adalah variabel kunci dalam inovasi perusahaan dan pengaturan evolusi.

Sedangkan Rully Indrawan selaku Sekretaris Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia, menyampaikan bahwa pemerintah punya lima skema perlindungan dan pemulihan UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Ke lima skema itu, UKM kategori miskin dan rentan sebagai penerima bantuan sosial (bansos), pemberian insentif pajak bagi UMKM dengan omset dibawah Rp. 4.8 miliar per tahun, relaksasi serta restrukturisasi kredit bagi UMKM, perluasan pembiayaan modal kerja, sekaligus Kementerian, BUMN, dan Pemerintah Daerah menjadi penyangga UMKM.

“Saatnya kita bangkit dengan mengembangkan usaha mandiri. Semangat wirausaha pada kelompok muda semakin besar saat ini, harus dijaga momentumnya. Mari Indonesia bersama bangkit untuk menuju Indonesia Emas 2045 dan UMKM menjadi pilar pentingnya,” terang Rully Indrawan.

Sedangkan Joko Sutrisno Ketua ICSB Karang Anyar mengenai strategi UMKM di tengah krisis dengan meningkatkan value usaha melalui sistem kontrol, marketing, dan sumber daya manusia (SDM). Joko Sutrisno menyebutkan bahwa UMKM dituntut untuk lebih kreatif, menerapkan trust kepada pelanggan, dan memperluas jaringan media online untuk mempromosikan usahanya.

Hal senada juga dipertegas Suryandaru selaku VP Academic Research ICSB Bangka Belitung dengan judul Inovasi di Masa Transisi. Director at Nanotech Global Innovation Pte. Ltd ini juga menambahkan jika UMKM harus melihat peluang usaha dan kesempatan di masyarakat.

Ir. Benny Lianto, MMBAT., Rektor Ubaya, menuturkan bahwa webinar kali ini merupakan kegiatan yang sesuai dengan program Ubaya selama pandemi yaitu #UbayaForIndonesia. Ubaya berupaya untuk membantu kebutuhan dan pengembangan UMKM di suatu daerah melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta Hexa Helix Synergy.

Ada lima aspek dalam mendukung pengembangan UMKM yang telah diterapkan Ubaya yaitu meningkatkan kualitas dan standarisasi produk, membantu UMKM memiliki akses terhadap sumber-sumber pendanaan, mengembangkan human resource dan entrepreneurship, mendorong pemasaran serta inovasi produk, dan menggunakan information system and technology.

“Ubaya juga telah membina pelaku UMKM Dede Satoe (DD1) yang memproduksi sambal. Mereka membuktikan bisa survive dan permintaan sambal terus meningkat selama pandemi. Dari sini ada satu hal yang perlu diingat bahwa UMKM harus punya mentalitas pelaku usaha untuk maju atau pola pikir kewirausahaan yang tinggi. Inilah yang menjadi proses dari keberhasilan, jadi tidak hanya dari apa yang kita berikan tapi juga ada semangat dari pelaku usaha,” terang Benny Lianto.

ICSB yang sedang memperingati hari UMKM Internasional, Sabtu (27/6/2020) ini juga melakukan launching program Bangkit Jadi UMKM Unggul dan aplikasi layanan Pasar Gotong Royong yang memfasilitasi pelaku usaha di Indonesia dalam menjual serta mempromosikan produknya.

Ditambah lagi, peresmian buku elektronik (E-book) berjudul: Menyerah Bukan Pilihan, yang ditulis 20 anggota ICSB dari berbagai daerah di Indonesia. Kedua launching ini dipimpin oleh Samsul Hadi selaku VP Academic ICSB Indonesia dan Fianda Julyantoro selaku Koordinator Tim Penulis E-book ICSB Indonesia.

“Marketing dan entrepreneurship ini harus dikawinkan, jika tidak maka bahaya untuk UMKM. Giving up it’s not the option! Kita sebagai UMKM tidak bisa bergantung dengan pemberian terus menerus dari government. If you’re the real entrepreneur, bantuan itu menjadi awal untuk naik lagi tetapi seterusnya jika ingin bangkit dan menjadi UMKM yang kuat maka harus bisa mencari investor atau pameran sendiri,” tegas Hermawan Kartajaya, memuncaki webinar ini.

Pada perayaan hari UMKM Internasional 2020 ini, selain Benny Lianto dan Hermawan Kartajaya, hadir pula tujuh pembicara lain. Dibuka sambutan dan ucapan selamat memperingati Hari UMKM Internasional kepada seluruh pelaku usaha yang ada di Indonesia oleh Ahmed Osman selaku President ICSB Global, Ki-Chan Kim selaku Past President ICSB Global, Jacky Mussry selaku President ICSB Indonesia, dan Mufid Wahyudi selaku Koordinator Wilayah ICSB Jawa Timur.

Pada kesempatan ini, masing-masing pimpinan memberikan semangat serta motivasi kepada semua pelaku UMKM di Indonesia untuk berjuang dan bangkit menghadapi krisis akibat wabah Covid-19.(tok)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Truk Muat Pasir Terguling di Balongbendo

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
31o
Kurs