Jumat, 30 Oktober 2020

Ibu Rumah Tangga dan Organisasi Perempuan Ujung Tombak Menekan Penularan Covid-19 di Keluarga

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Bintang Puspayoga Menteri PPPA berdiskusi soal pencegahan klaster keluarga dengan Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19, Jumat (25/9/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Bintang Puspa Yoga Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (PPPA) berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Covid-19 dalam mensosialisasikan pencegahan secara masif.

Menurutnya, peran serta anggota keluarga dalam satu rumah tangga sangat penting dalam upaya mencegah penularan Covid-19. Maka dari itu, ibu rumah tangga dan organisasi kewanitaan perlu dilibatkan.

Berdasarkan data per 25 September 2020, jumlah kasus aktif mencapai 60.431 kasus. Dari hasil tracing Kementerian Kesehatan, jumlah klaster sudah mencapai lebih dari 1100 klaster dan sebagian adalah klaster keluarga.

“Di kementerian kami sejak April sudah meluncurkan program Berjarak, Bersama Jaga Keluarga Kita. Dalam mencegah klaster keluarga sedapat mungkin menghindari pertemuan fisik bersama keluarga besar, kalau pun harus dilakukan bisa dilakukan secara daring,”ujarnya dalam dialog bersama Reisa Broto Asmoro Juru Bicara Satgas Covid-19 yang disiarkan kanal Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2020).

Kementerian PPPA sudah melibatkan organisasi kewanitaan dalam menekan persebaran Covid-19 seperti organisasi PKK, Dharma Wanita, Dharma Pertiwi, Kowani dan organisasi kewanitaan lainnya yang ada di Indonesia.

Selain itu, Kementerian PPPA sudah memiliki jaringan Forum Anak yang tersebar di 34 provinsi, 451 kabupaten/kota dan ribuan kecamatan dan desa.

“Kalau kita lihat anak-anak kreatif, inovatif mensosialisasikan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan menjauhi kerumunan). Kita harapkan langkah-langkah efektif dan masif yang bisa kita lakukan dapat mengurangi klaster keluarga ini,” ungkapnya.

Bintang juga menyampaikan kepada masyarakat, kalau ada anggota keluarga yang tertular, langsung hubungi puskesmas terdekat atau dinas kesehatan (Dinkes) setempat.

Nantinya dinkes melaporkan kepada Satgas Covid-19 di daerahnya masing-masing, dan biayanya ditanggung pemerintah.

“Saya melihat di masa pandemi ini kita harus berpikir positif. Di balik tantangan pasti ada peluang, di balik musibah pasti ada hikmahnya. Kalau dulu kita malas olahraga, dalam masa pandemi ini harus kita lakukan. Ini sisi positif yang akan menjadi gaya hidup kita ke depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengajak keluarga-keluarga di Indonesia untuk bergotong royong bersama memerangi pandemi Covid-19 dan menekan penularan dalam klaster keluarga.

Pada kesempatan itu, Dokter Reisa menyampaikan 5 langkah menghindari penularan dalam klaster keluarga. Pertama, pahami dengan benar cara penularan Covid-19. Kedua, selalu ikuti protokol kesehatan termasuk protokol kedatangan.

Ketiga, ketahui kondisi kesehatan setiap anggota keluarga di rumah termasuk kalau ada yang sakit harus menggunakan masker. Keempat, pastikan gizi seimbang dan jangan lupa olahraga rutin bersama.

Dan yang kelima, ciptakan suasana tenang di rumah, berantas hoaks dan jauhi sumber kepanikan.

“Mari kita cegah penambahan kasus dari rumah. Lindungi anak, orang tua dan sanak keluarga kita. Lakukan lima langkah tadi, dan salam hangat untuk mereka. Selamat menikmati akhir pekan yang sehat dengan keluarga, perempuan berdaya, anak terlindungi dan keluarga tetap sehat,” ucapnya.(rid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Jumat, 30 Oktober 2020
28o
Kurs