Selasa, 20 Oktober 2020

Ini Lima Pertimbangan Pemerintah dalam Menentukan 9 Provinsi Prioritas Penanganan Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 di Kantor Presiden Jakarta, Kamis (17/9/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden sudah memerintahkan jajaran menteri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk terlibat langsung dalam penanganan Covid-19 di sembilan provinsi.

Kesembilan provinsi itu masing-masing DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua dan Bali.

Menurut Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, penentuan sembilan provinsi prioritas itu sudah mempertimbangkan sejumlah hal.

“Pertama, dilihat dari jumlah kasus aktifnya. Kedua, laju insidensi atau kecepatan penambahan kasus, ketiga dari persentase kematian, keempat laju kematian, dan kelima karena karakteristik wilayahnya,” ujar Wiku, Kamis (17/9/2020), di Kantor Presiden, Jakarta.

Pada kesempatan itu, Dokter Wiku menjelaskan kondisi per provinsi. Pertama, Sumatera Utara, cenderung terjadi peningkatan status risiko kabupaten/kota dalam seminggu terakhir. Rinciannya pada 27 dari 33 kabupaten/kota berzona oranye.

“Hanya satu kabupaten/kota tidak terdampak, yaitu Nias. Sedangkan penyumbang 50 persen jumlah kasus terpusat pada satu daerah yaitu kota Medan. Jika ada penurunan kasus di Kota Medan, maka akan berdampak pada peningkatan yang baik,” ucapnya.

Kedua, DKI Jakarta menjadi peringkat kedua nasional kenaikan kasus tertinggi. Merupakan peringkat pertama nasional jumlah kasus tertinggi dan tidak ada kota berzona kuning mau pun hijau di DKI Jakarta.

Ketiga, Jawa Barat. Daerah penyangga DKI Jakarta, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Depok adalah penyumbang kasus tertinggi sebesar 70 persen. Jawa Barat tidak ada kabupaten/kota berzona hijau. Dan kenaikan kasus positif sebesar 9,3 persen selama seminggu terakhir ini.

Keempat, Jawa Tengah. Di provinsi itu, ada penambahan kasus positif selama 4 minggu berturut-turut. Per 13 September 2020, mengalami kenaikan kasus mingguan sebesar 52 persen. Sekitar 53 persen kasus positif berasal dari Kota Semarang. Persentase kematian 6,45 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional.

“Ada 30 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah berada dalam zona oranye. Mari kita bersama-sama mmperbaiki kondisi ini,” jelasnya.

Kelima, Jawa Timur dengan persentase kematian 7,25 persen yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penyumbang kasus terbanyak yakni Kota Surabaya sekitar 35 persen. Pada 28 dari 38 kabupaten/kota berada di zona oranye dan menduduki peringkat ke-4 laju kematian tertinggi di Indonesia (0,539).

“Bila kita memperbaiki kondisi di Kota Surabaya, maka akan berkontribusi besar di dalam kinerja Jawa Timur,” lanjutnya.

Keenam, Bali mengalami kenaikan kasus positif mingguan yang signifikan selama 4 minggu berturut-turut. Menduduki peringkat ke-4 Provinsi dengan insidensi kasus tertinggi (171,39 per 100.000 penduduk).

Selain itu, Bali juga termasuk dalam Provinsi dengan kenaikan kematian tertinggi selama 1 Minggu terakhir yaitu 72 persen. Dari 9 kabupaten/kota, 6 di antaranya merupakan zona merah dan 3 zona oranye.

Ketujuh, Kalimantan Selatan mengalami kenaikan kasus positif sebesar 10,3 persen. Peningkatan kasus tertinggi terdapat di Kota Banjarmasin, Kabupaten Kotabaru dan Kabupaten Tapin. Proporsi angka kematian sekitar 4,16 persen.

“Ada perbaikan siginifikan pada zona risiko risiko tinggi (zona merah), yang berkurang jadi 3 kabupaten/kota dan yang risiko sedang menjadi 10 kabupaten/kota. Kondisi ini harus diperbaiki dari waktu ke waktu,” tegasnya.

Kedelapan, Sulawesi Selatan kasusnya meningkat dalam 4 pekan sebelumnya, pekan terakhir mengalami penurunan 18,7 persen dari pekan sebelumnya.

Kabupaten/kota mengalami kasus signifikan di antaranya Kabupaten Luwu Timur, Kabupaten Bone, dan Kepulauan Selayar.

Proporsi kematian sekitar 2,85 persen dan Kota Makassar menyumbangkan 55,55 persen kematian di Sulawesi Selatan dalam pekan terakhir.

Kesembilan, Papua mengalami kenaikan kasus signifikan dalam 5 pekan terakhir, sekitar 43,2 persen dari pekan sebelumnya. Angka kesembuhan mengalami sedikit penurunan dari pekan sebelumnya dari 79,70 persen menjadi 76 persen.

Di Papua, zona hijau ada di 13 kabupaten/kota 44,83 persen, zona risiko sedang berkurang menjadi 8 kabupaten/kota 27,59 persen dan zona risiko rendah bertambah menjadi 8 kabupaten/kota 27,59 persen.(rid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Selasa, 20 Oktober 2020
29o
Kurs