Kamis, 11 Agustus 2022

Jejamu, Konser Musik Daring di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Joko Porong dalam persiapan Konser Musik di tengah pandemi Covid-19. Foto: youtube

Konser musik di tengah Pandemi Covid-19 memang jarang terdengar. Tetapi Senin (20/7/2020), Gamelan  Sawunggaling Unesa dijadwalkan konser secara langsung dalam jaringan (daring).

Konser musik bertajuk Jejamu; Ritus Rempah untuk Bunyi, akan menampilkan karya komposer Joko Porong dalam live Youtube dan live Instagram @_cakdurasim, mulai pukul 19.00 wib.

Joko Porong yang nama aslinya Joko Winarko, menempuh studi karawitan pascasarjana program Penciptaan Seni di Sekolah Tinggi Seni Indonesia (sekarang Institut Seni Indonesia) Surakarta.

Saat di Jogyakarta Joko bergabung bersama kelompok Karawitan Warga Laras asuhan Ki Seno Nugroho dan Padepokan Bagong Kusudiardjo.

Saat hijrah ke Surakarta, Joko semakin aktif bermusik dengan sejumlah musisi sampai akhirnya mendirikan komunitas musik berbasis gamelan Jawa bernama Ndoro Yogo.

Bersama Ndoro Yogo, Joko menciptakan 10 karya komposisi. Di antaranya Es Tanpa Teh, Sampak, Kinanthi, Jro ing Soran, Laras, Mozaik, Lancaran Kurang Lebih, Putut Gelut, dan Slendro.

Joko pindah ke Surabaya pada 2011 dan mengajar di jurusan Seni Drama dan Musik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), sekaligus memimpin grup Gamelan Sawunggaling Unesa.

Kehadirannya di Kota Surabaya dipercaya sebagai direktur artistik Arts & Culture Under The Sky Asia Pacific III, serta direktur artistik dalam pentas musik dan tari Cross Culture Dinas Pariwisata Kota Surabaya.

Penampilan konser musik secara daring, kata Meimura, aktor dan sutradara yang kerap menampilkan karya secara daring di masa pandemi Covid-19 menjadi satu cara untuk tetap berkarya dan berkreasi.

“Karena satu di antara per-tanggung-jawab-an seniman adalah pada karya-karya yang diproduksi. Di masa pandemi sekarang jadi tantangan tersendiri bagi seniman untuk bisa tetap produktif. Internet, daring, adalah pilihan yang bisa dimanfaatkan,” kata Meimura, Sabtu (11/7/2020).

Bagi seniman, Meimura mengingatkan, adaptasi menjadi satu hal baru yang memang harus dijalani ketika pandemi seperti ini terjadi.

“Pentas tidak mungkin lagi dihadiri banyak orang. Protokol kesehatan harus dijalani. Karena itu, adaptasi sesegera mungkin harus dipelajari, diaplikasikan. Ini yang penting dipahami agar tetap berproduksi, berkarya,” katanya.(tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Kecelakaan Truk Terguling di KM 750 Tol Waru

Surabaya
Kamis, 11 Agustus 2022
27o
Kurs