Rabu, 12 Agustus 2020

Khofifah Beri Lencana Jer Basuki Mawa Beya untuk Almarhum Kepala Bappeda

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah akan memberikan Lencana Kehormatan Jer Basuki Mawa Beya sebagai penghargaan atas jasa Almarhum Rudy Ermawan Kepala Bappeda Jatim. Foto: Dok. Humas Pemprov Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim mengucap bela sungkawa dan duka mendalam atas meninggalnya Rudy Ermawan Yulianto Kepala Bappeda Provinsi Jatim, Selasa (14/7/2020).

Dia bilang, Almarhum semasa hidup adalah salah satu sosok ASN terbaik yang pernah dimiliki Pemprov Jatim, yang juga berperan aktif dalam penanganan Covid-19 di dalam Gugus Tugas Jatim.

“Innalillahi wa Innailaihi Rajiun, kita semua berduka, keluarga besar Pemprov Jatim berduka. Teman kita, saudara kita Pak Rudy telah dipanggil ke haribaan Allah SWT. Semoga Allah mengampuni segala khilaf beliau, dan menerima semua amal baiknya,” katanya, Selasa malam.

Begitu mendapatkan kabar duka wafatnya almarhum, Khofifah segera menggelar tahlil dan salat ghaib bersama di Musala Grahadi dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami tahlilan dan salat ghaib di musholla Grahadi. Kami ingin agar ada salat ghaib di sini karena tahun lalu beliau ikut merenovasi musala ini,” ujar Mantan Menteri Sosial itu.

Atas nama pemerintah Provinsi Jawa Timur, Khofifah mengaku sudah mengusulkan kenaikan pangkat istimewa untuk Almarhum melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas jasa dan pengabdiannya sebagai ASN terbaik di Jawa Timur, termasuk dalam hal penanganan Covid-19.

Almarhum, kata Khofifah, adalah orang yang berperan aktif menyiapkan RS Darurat Lapangan Indrapura dan terjun langsung dalam proses renovasi ruangan rawat pasien covid-19 di RS Dr Soetomo.

Pemprov Jatim, kata Khofifah, juga akan memberi penghargaan kehormatan lencana Jer Basuki Mawa Beya atas dedikasinya dan kerja kerasnya bagi Jawa Timur.

Sekadar informasi, Rudy mulai dirawat di RS Darmo Surabaya sejak 5-7 Juli 2020. Dirujuk ke RS Dr Soetomo agar mendapat perawatan lebih intensif sampai akhirnya meninggal Selasa malam pukul 19.56 WIB.

Khofifah menjelaskan, mantan Kepala Dinas PU Cipta Karya itu terpapar covid-19 setelah mengantarkan sang ayah yang sedang berobat. Setelah swab, ternyata sang ayah positif terkonfirmasi Covid-19.

Ayah Rudy meninggal lebih dulu, sepuluh hari lalu. Rudy lantas menjalani tes swab dan dinyatakan positif Covid-19 sehingga harus menjalani perawatan isolasi di RS Darmo dan RS Dr Soetomo.

Selama dirawat secara intensif di rumah sakit, Khofifah juga secara khusus mengajak seluruh OPD untuk berdoa bersama, ditujukan untuk kesembuhan Rudy tapi takdir tak bisa dihindari.(den)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2020
26o
Kurs