Sabtu, 28 November 2020

LAI2-Covid-19, Lomba Bantu Kinerja Tenaga Medis Tangani Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Penilaian lomba gelaran ITS dilakukan melalui daring. Foto: Humas ITS

ITS gelar Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif untuk Covid-19 (LAI2-Covid-19) secara daring berskala nasional, yang berfokus pada pengembangan aplikasi teknologi robot untuk membantu kinerja tenaga medis dalam pencegahan pandemi Covid-19.

LAI2-Covid-19 yang diadakan oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS pada program the 1st Ditmawa ITS in Action tahun 2020 ini diketuai oleh Hakun Wirawasista Aparamarta ST MMT PhD.

LAI2-Covid-19 berfokus pada pengaplikasian fungsi tenaga robot sebagai detektor jarak jauh yang bisa mengukur orang yang terpapar Covid-19. Tidak hanya itu, satu diantara desain robot juga difungsikan pada bidang kemaritiman dengan mengedepankan desain kapal yang sesuai untuk penanganan dan protokol kesehatan Covid-19.

Hakun menerangkan bahwa lomba ini juga sebagai wadah bagi mahasiswa yang ada di Indonesia, khususnya mahasiswa ITS, untuk bisa lebih produktif di era pandemi ini.

“Bagaimana ide kreatif dari mahasiswa ini bisa menjadi salah satu solusi untuk permasalahan Covid di Indonesia dan kami ingin mengajak mahasiswa di Indonesia untuk memiliki empati terhadap permasalahan yang ada di Indonesia,” terang Hakun.

LAI2-Covid-19 ini memiliki tiga subtema yang diusung dan harus bersifat original. Subtema pertama adalah Aplikasi Inovatif Robot untuk Penanganan Covid-19 yang memiliki fungsi pelayanan bagi pasien Covid-19.

Subtema kedua adalah Detektor Jarak Jauh untuk Mengetahui Orang yang Terpapar Covid-19, detektor ini difungsikan sebagai alat pengukuran untuk memastikan seseorang telah terpapar Covid-19. Terakhir, subtema ketiga yang diangkat dalam lomba ini adalah Kapal Transporter Pasien Covid-19 yang memiliki stabilitas baik.

Masing-masing subtema memiliki variabel tersendiri yang harus dipenuhi. Untuk subtema pertama, Hakun mendorong mahasiswanya menciptakan inovasi robot yang memiliki fungsi melayani pasien pada ruang terinfeksi, layanan pengantar makanan dan barang-barang dari pasien, mampu dikendalikan dari jarak jauh, mampu melihat kondisi fisik pasien, dan dapat memberikan informasi kepada pasien dalam pelayanannya.

“Apabila robotnya difungsikan dalam skala industri, harus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi,” ujar Hakun yang juga dosen Teknik Kimia tersebut.

Kemudian pada subtema kedua, variabel yang diperhatikan adalah ketepatan alat pengukuran pada sensor, jarak pengukuran yang bisa dijangkau oleh detektor, dan teknologi dari alat tersebut harus mudah dioperasikan. Berdasarkan keterangan laki-laki berusia 42 tahun tersebut, peserta diminta mengirimkan proposal yang nantinya berisi penjelasan alat, metode, serta perangkat yang digunakan.

Pada subtema Kapal Transporter Pasien Covid-19, desain kapal yang dirancang diharapkan mampu bertahan pada Sea State 3. Yakni merupakan keadaan laut di mana ketinggian ombak berkisar antara 1,25 – 2,5 meter. Selain itu, desain kapal harus memiliki Rencana Umum (General Arrangement) yang baik.

Dosen yang pernah mempublikasi penelitian mengenai tepung termodifikasi itu juga menjelaskan mekanisme lomba LAI2-Covid-19 ini, di mana pihak ITS membuka pendaftaran mulai tanggal 22 April – 5 Mei 2020 lalu. “Kita melakukan pengumuman melalui media sosial dan Ditmawa ITS bahwa kita mengadakan lomba robot,” kata anggota Laboratorium Teknik Biokimia ini.

Peserta yang mendaftar diberi kesempatan untuk mengirim proposal sesuai variabel yang ditentukan berdasarkan subtema sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan. “Dari sini, satu juri dari ITS dan dua juri dari luar ITS menyeleksi proposal yang diberikan peserta selama satu sampai dua minggu, lalu kami ambil lima besar dari waktu yang sudah ditentukan dan kami beri waktu selama dua minggu untuk memberi animasi visual berupa presentasi,” papar Hakun.

Presentasi dilaksanakan secara daring melalui aplikasi seperti Zoom dan Microsoft Teams. Sementara itu, kriteria penilaian yang diberikan oleh juri berupa format penulisan proposal, kreativitas dari desain yang diciptakan, data dan relevansi informasi, serta keakuratan dari gagasan yang diajukan termasuk pembahasan dan kesimpulannya.

Lebih lanjut, Hakun menjelaskan pula dalam hal pemanfaatan desain ini, ITS dan para juri perlu mendalami desain dari para juara. Lomba ini diharap bisa menjadi salah satu pijakan bagi para pejuang Covid-19 ITS untuk memberikan ide terbaiknya baik berupa penelitian hingga menjadi produk, sehingga bisa membantu permasalahan Covid-19.

“Saya berharap lomba ini akan terus menjadi agenda tahunan dari Ditmawa hingga menjadi lomba bertaraf internasional,” tutup Hakun, Kamis (23/7/2020).

Juara pertama pada subtema Aplikasi Inovatif Robot untuk Penanganan Covid-19 diraih oleh Tim Hosiro-Usiro dari ITS, juara kedua diraih Tim Cocingbot-19 dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan juara ketiga diraih Tim Rose dari Institut Teknologi Telkom Surabaya.

Sedangkan pada subtema Detektor Jarak Jauh untuk Mengetahui Orang yang Terpapar Covid-19, juara pertama disabet oleh Tim Instone dari ITS, juara dua oleh Tim GATA dari ITS, dan juara tiga diraih Tim AKI dari Politeknik Negeri Madiun. Lebih lanjut, untuk desain dari subtema Kapal Transporter Pasien Covid-19 masih berada dalam tahap penilaian.(tok)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Kecelakaan di Simpang Empat Mertex Mojokerto

Surabaya
Sabtu, 28 November 2020
26o
Kurs