Sabtu, 31 Oktober 2020

Lonjakan Pengguna Transportasi Umum Berdampak pada Penambahan Kasus Covid-19 di DKI Jakarta

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Doni Monardo Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/9/2020). Foto: Farid, Suarasurabaya.net

Doni Monardo Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mengungkapkan, klaster baru penyebaran Covid-19 banyak terjadi di perkantoran, transportasi umum, dan lingkungan rumah.

Berdasarkan hasil kajian dan evaluasi Satgas Penanganan Covid-19, orang yang terpapar covid khususnya di wilayah DKI Jakarta, persentasenya lebih besar dari kalangan pengguna transportasi umum.

Menurut Doni, sejak diberlakukan aturan pembatasan mobil pribadi dengan sistem plat nomor ganjil genap, ada peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum yang cukup signifikan.

“Penumpang kereta listrik (commuter line) naik antara 3,5 persen dari rata-rata penumpang per hari 400 ribuan orang. Sedangkan pengguna busway naik sekitar 6 sampai 12 persen tiap harinya.
Peningkatan jumlah penumpang transportasi umum membuat upaya menjaga jarak fisik antarpenumpang, dan peluang menghindari kerumunan orang semakin sulit,” ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (4/9/2020).

Maka dari itu, Satgas Covid-19 mengimbau seluruh pemerintah daerah mengeluarkan aturan yang bijak dan tepat, untuk mencegah penyebaran wabah penyakit akibat Virus Corona.

Lebih lanjut, Ketua Satgas Covid-19 juga menyebut perkantoran sebagai salah satu klaster penyebaran Covid-19.

Tapi, Doni menegaskan, aktivitas perkantoran masih boleh berlangsung dengan pembatasan maksimal kehadiran 50 persen pegawai, serta menerapkan protokol kesehatan.

Terkait upaya pencegahan, Kepala BNPB mengingatkan pentingnya memakai masker yang memenuhi standar alat kesehatan dengan izin edar Kementerian Kesehatan.

Di sisi lain, Doni Monardo bilang, melonjaknya jumlah kasus baru di Indonesia dalam beberapa pekan terakhir karena meningkatnya jumlah pemeriksaan spesimen dan pelacakan pasien.

Dia menyebut, penambahan angka kasus baru pada tiga bulan pertama sekitar 100 sampai 300 orang per hari.

Kemudian, ada peningkatan antara 300 sampai 500 orang per hari sesudah lebaran Idulfitri tahun ini.

Sekarang, penambahan semakin banyak, bahkan secara akumulatif pernah mencapai 3 ribuan kasus baru dalam satu hari, di seluruh Indonesia.(rid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Sabtu, 31 Oktober 2020
25o
Kurs