Jumat, 4 Desember 2020

Main Gadget Berlebihan di Masa Pandemi Beresiko Buat Mata

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
ilustrasi

Paparan blue light atau sinar biru dari gadget, jika digunakan secara berlebihan, seiring dengan work from home atau learning from home di masa pandemi Covid-19, ternyata berdampak negatif bagi kesehatan mata.

Memperingati Hari Penglihatan Sedunia, dr. Sawitri Boengas, Sp.M., Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya (Ubaya), Rabu (14/10/2020) berbagi tips menjaga kesehatan mata bagi anak-anak maupun orang dewasa dari paparan sinar biru pada gadget.

Blue light merupakan sinar biru yang dipancarkan dari layar perangkat digital seperti smartphone, tablet, laptop, atau PC. Sinar biru pada perangkat gadget berfungsi menerangi layar selama digunakan. Namun, masyarakat kurang menyadari akan bahaya atau dampak negatif dari paparan sinar biru yang berlebihan. Tidak hanya berpengaruh pada kondisi mata, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh yang lain.

“Jika berkaitan dengan penglihatan, dalam kehidupan ini ada sinar ultraviolet (UV) dan panjang gelombang yang berbeda-beda. Panjang gelombang itu ada yang memiliki efek radiasi dan ada yang tidak. Setiap lapisan mata manusia sebenarnya sudah memiliki daya untuk menetralisir, namun tergantung dari panjang gelombang, jenis sinar, dan intensitas atau lamanya paparan sinar yang dapat berpengaruh pada kondisi mata,” terang dr. Sawitri.

Dokter spesialis mata Rumah Sakit Katolik Vincentius A Paulo Surabaya ini menjelaskan jika dalam ilmu kesehatan mata, paparan sinar biru tergolong sebagai high-energy visible light (HEV light).

Umumnya paparan sinar biru dengan panjang gelombang antara 300 hingga 400 nm masih bisa menembus kornea serta diabsorpsi oleh iris dan pupil. Namun, jika panjang gelombang antara 415 hingga 455 nm memiliki resiko lebih berbahaya dan bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan.

Selain dari berbagai jenis gadget, sumber alami terbesar dari jenis blue light ini adalah matahari. Berbeda dengan paparan sinar dari gadget, sinar biru matahari justru dapat meningkatkan suasana hati atau perasaan bahagia seseorang.

“Semua paparan sinar biru yang berlebihan memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan mata. Seperti pada kornea yang dapat menyebabkan mata relatif kering, objek yang dilihat menjadi ganda (double), dan sukar melihat objek dari jarak dekat. Jika pada retina dapat menyebabkan kerusakan sel fotoreseptor, barrier pembuluh darah retina terganggu, dan adanya stress injury yaitu kerusakan oksidatif pada retina. Sedangkan pada lensa dapat menyebabkan katarak lebih cepat,” kata Sawitri.

Jika paparan sinar biru berlebih, lanjut Sawitri dapat menimbulkan resiko seseorang terkena degenerasi makula, glaukoma, dan penyakit retina degeneratif. Ditambah lagi, bagi pengguna gadget atau komputer dengan waktu yang lama bisa mengakibatkan kelelahan mata atau disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Paparan sinar biru yang berlebih di malam hari juga menyebabkan penurunan produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur seseorang.

“Mereka yang kerap menggunakan gadget di malam hari sampai lupa waktu, biasanya tanpa disadari paparan sinar biru itu dapat menurunkan produksi hormon melatonin. Akhirnya mereka menjadi sulit untuk tidur. Sebaiknya kita tidak bermain gadget 2 jam sebelum tidur agar mata bisa beristirahat dan tidur menjadi berkualitas,” pesan Sawitri.

Beberapa cara, kata Sawitri dapat dilakukan untuk melindungi kesehatan mata dari paparan sinar biru berlebih pada gadget. Pertama, pengguna bisa menerapkan metode 20-20-20 yaitu istirahatkan mata setelah 20 menit menggunakan gadget dengan mengarahkan pandangan mata untuk fokus pada objek yang jaraknya sekitar 20 kaki atau 6 meter selama 20 detik.

Kedua, menerapkan visual hygiene dengan mengatur posisi duduk atau jarak dengan gadget agar tidak terlalu dekat, atur tingkat kecerahan atau kontras gadget, atur penerangan cahaya di dalam ruangan agar tidak terlalu gelap atau terang, dan jangan lupa berkedip supaya mata tetap lembap.

Ketiga, mengatur setelan gadget dengan memilih night mode agar tidak menyilaukan dan membuat mata lebih tenang ketika menggunakan gadget di malam hari. Selain itu, diusahakan tidak memegang gadget 2 jam sebelum tidur untuk menghindari insomnia atau gangguan tidur. Keempat, konsumsi sayur dan buah yang banyak mengandung vitamin baik untuk kesehatan mata.

Sementara itu, ditambahkan Ruth Chrisnasari, S.TP., M.P., Dosen Fakultas Teknobiologi Ubaya, bahwa mengkonsumsi sayur dan buah yang kaya vitamin A sangat baik bagi kesehatan mata.

Sedangkan untuk melindungi mata dari pancaran sinar UV dapat dilakukan dengan mengonsumsi buah dan sayur mengandung nutrisi Zeazanthin dan Lutein. “Ada beberapa sayuran dan buah untuk menjaga kesehatan mata yaitu wortel, brokoli, bayam, tomat, alpukat, pisang, mangga, dan ubi jalar,” terang Ruth.

Selain itu, dari beberapa penelitian dr. Sawitri menyebut, jika penggunaan kacamata anti glare lebih efektif dan disarankan ketika beraktivitas terlalu lama di depan komputer atau gadget dibandingkan kacamata anti radiasi atau blue light.

“Karena mata adalah jendela dunia, perlu dijaga agar tetap sehat dan dapat melihat keindahan dunia. Jangan menganggap sepele kesehatan mata, istirahat itu penting. Istirahat yang kurang tidak hanya mengganggu kondisi mata, tetapi dapat menyebabkan penyakit lain seperti gula darah naik dan faktor obesitas bisa terjadi termasuk kanker atau yang lain,” pungkas Sawitri.(tok/dfn)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran Rumah, 12 PMK Di lokasi

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Surabaya
Jumat, 4 Desember 2020
27o
Kurs