Selasa, 11 Agustus 2020

Masih Minim, UTD PMI Surabaya Terus Dorong Masyarakat Donor Plasma Konvalesen

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Petugas mengenakan APD dan akan memasang sarung tangan saat akan melakukan layanan donor konvalesen di UTD PMI Kota Surabaya. Foto: Totok suarasurabaya.net

UTD PMI Kota Surabaya terus berupaya mendorong masyarakat luas untuk donor plasma konvalesen, mengingat hingga Jumat (3/7/2020) perolehan dari donor plasma konvalesen memang tergolong masih minim.

“Memang ada beberapa pedonor yang datang. Kemudian kami lakukan proses donor. Namun demikian perolehan dari donor plasma konvalesen sampai saat ini memang masih minim dan harapan kami akan terus ada penambahan. Karena memang dibutuhkan,” terang dr. Hj. Budi Arifah Kepala Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Surabaya.

Donor plasma konvalesen, lanjut dr. Hj. Budi Arifah, secara spesifik memang hanya dilakukan oleh seseorang yang telah dinyatakan sembuh dari status positif Covid-19. “Dan pernyataan sembuh itu harus dibuktikan satu diantaranya dengan surat resmi dari rumah sakit. Ini penting,” tambah Budi.

Selain itu, sebelum melaksanakan donor, pihak UTD PMI Kota Surabaya berhak atau mewajibkan pendonor untuk mengikuti prosedur standar pemeriksaan kesehatan yang memang diwajibkan bagi setiap pedonor di UTD PMI Kota Surabaya. Bahkan khusus untuk donor plasma konvalesen pemeriksaan kesehatan diisyaratkan lebih ketat.

“Kami di UTD PMI Kota Surabaya sudah siap dan didukung peralatan yang cukup untuk dapat melakukan donor plasma konvalesen. Masyarakat memang wajib memenuhi persyaratan-persyaratan khusus itu. Karena memang prosedur yang harus dipenuhi untuk donor konvalensen seperti itu,” tegas Budi.

Sampai saat ini pihak UTD PMI Kota Surabaya, terkait dengan donor plasma konvalesen, terus melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya dalam rangka melakukan pemantauan terhadap para pasien sembuh Covid-19, di berbagai rumah sakit yang ada di Kota Surabaya.

“Karena dengan koordinasi itu, kami mengetahui berapa jumlah pasien sembuh dan kami juga merecord identitas para pasien tersebut agar jika dibutuhkan, kami segera menghubungi para pasien tersebut, agar bersedia mengikuti donor plasma konvalesen tersebut. Ini juga terus kami lakukan,” pungkas Budi.

Sementara itu, ditemui usai mendonorkan darahnya di kantor UTD PMI Kota Surabaya, Jumat (3/7/2020) Dito mengatakan bahwa dirinya bersedia untuk mengikuti donor plasma konvalesen, alasannya karena dibutuhkan di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Tapi aku kan gak memenuhi syarat. Menurutku memang dibutuhkan kerelaan atau keikhlasan untuk melakukan donor. Ini penting bagi siapa saja. Karena itu menurutku memang dibutuhkan bagi sesama,” tegas Dito, Jumat (3/7/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Hendra Lukas P. Hutagalung

Potret NetterSelengkapnya

Pelangi Sore Hari di Surabaya

Kangen Tanggapan

Unjuk Rasa Aliansi Pekerja Seni Surabaya

Truk Patah As di Gedangan

Surabaya
Selasa, 11 Agustus 2020
27o
Kurs