Rabu, 21 Oktober 2020

Menari Daring, Penari dan Koreografer Marakkan Hari Tari Sedunia 2020

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
flyer

Memperingati Hari Tari Sedunia 2020, Rabu (29/4/2020) digelar menari secara daring yang dimainkan para penari dan koreografer di tengah belrangsungnya pandemi Covid-19.

Sejumlah koreografer, penata tari dan penari, Rabu (29/4/2020) mengikuti gelaran menari bersama secara daring melalui sambungan internet di tengah pandemi Covid-19, dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia 2020.

Heri Prasetyo Koreografer menyampaikan bahwa tari adalah teks yang wajib kontekstual, karena menari itu menggerakkan tubuh dan tidak semaunya sendiri tetapi adalah bagian dari olah rasa setiap manusia.

“Tari itu bukan hanya ekslusif menjadi teks yang kehilangan kebermanfaaatannya. Tari itu teks yang harus kontekstual. Manusia sakit butuh obat, dan dalam hal ini tari itu layaknya empon-empon. Tari itu harus memerankan diri seperti matahari yang dengan gratis bisa dilakukan setiap manusia yang dilanda rasa kekhawatiran masal, seperti saat ini,” terang Heri Prasetyo.

Di tengah pandemi global Covid-19 ini, yang memang terjadi dan berlangsung di hampir setiap negara didunia, Heri menambahkan bahwa peringatan Hari Tari Sedunia 2020 ini menjadi momentum bagi pengenalan terhadap obat jiwa dan raga.

“Ketika semua ornag harus berada didalam rumah, dan momentum Hari Tari Sedunia 2020 adalah saat yang tepat mengenalkan obat jiwa dan raga kepada manusia yang diharuskan diam di rumah tersebut yaitu dengan menari,” kata Heri.

Bergembira bersama, bersukacita dengan menggerakkan tubuh, menggoyangkan badan meskipun berada di dalam rumah.

“Ini jadi momentum penting agar tetap semangat dan tetap waras meskipun hanya berada di dalam rumah,” pungkas Heri yang pernah menjelajah sejumlah negara di luiar negeri untuk menampilkan karya-karya tarinya tersebut.

Sementara itu, sebagai bagian peringatan Hari Tari Sedunia 2020, bersama sejumlah korteografer dan penari, Heri Prasetyo mengajak para seniman gerak tersebut menampilkan karya masing-masing dalam kemasan foto maupun video melalui berbagai kanal media sosial yang dimiliki.

“Media sosial saat ini kan banyak. Kalau tidak punya Facebook bisa pakai Instagram, atau kanal lainnya. Siapa sih di masa sekarang yang tidak punya medsos?? Dan di tengah pandemi Covid-19 ini mari tetap sehat dan waras dengan tetap menggerakkan tubuh meskipun harus tetap berada di rumah,” tegas Heri ‘Lentho’ Prasetyo, Rabu (29/4/2020).(tok/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Mendung Sore Ini

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Surabaya
Rabu, 21 Oktober 2020
30o
Kurs