Minggu, 28 November 2021

Mendadak Daring, Dokumentasi Pengalaman Baru di Tengah Pandemi Covid-19

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Lewat Zoom peluncuran dan lelang buku Mendadak Daring karya kolektif Dosen dan pengajar di UK Petra Surabaya, Kamis (9/7/2020) digelar. Foto: Humas UK Petra Surabaya

Pandemi Covid-19 mengubah berbagai kebiasaan dan menghadirkan kebiasaan baru, termasuk di dunia pendidikan. Di tengah situasi itu buku Mendadak Daring hadir, dan Kamis (9/7/2020) dibedah dan dilelang di kampus Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya.

Buku berjudul Mendadak Daring, ditulis oleh sejumlah dosen dan pengajar di Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, di tengah perubahan-perubahan termasuk perubahan di dunia pendidikan sebagai dampak dari pandemi Covid-19 saat ini.

Liauw Toong Tjiek, Ph.D., Kepala Excelence in Learning and Teaching Center (ELTC) Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, menyampaikan buku Mendadak Daring hadir sebagai bagian dari dokumentasi pengalaman tidak terlupakan saat pandemi Covid-19.

“Penerbitan buku ini digawangi Excelence in Learning and Teaching Center (ELTC) UK Petra bekerjasama dengan Office of Institutional Advancement (OIA) UK Petra. Buku ini hadir sebagai dokumentasi pengalaman tak terlupakan di masa Covid-19 terkait pembelajaran jarak jauh (PJJ) sekaligus sharing best practices PJJ bagi kampus-kampus lain,” terang Liauw Toong Tjiek, Ph.D.

Buku setebal 248 halaman ini, berisi sharing pengalaman dari 43 dosen dari berbagai program studi dan fakultas termasuk para dosen luar biasa yang ada di UK Petra. Isinya memuat pergumulan pribadi saat para dosen ‘dipaksa’ keluar dari zona nyamannya. Dalam waktu sesingkat mungkin harus memindahkan kelas fisik menjadi daring. Dan Kamis (9/7/2020) melalui kanal daring, Mendadak Daring dibedah.

Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Rektor Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya, yang juga sekaligus sebagai pengagas buku Mendadak Daring, mengatakan bahwa buku kali ini bagian dari refleksi diri segenap elemen pendidikan di UK Petra Surabaya yang awalnya normal berubah menjadi daring, yang menuntut peningkatan kemampuan diri.

“Situasi yang memaksa semua dosen mengajar secara daring itu merupakan pengalaman sangat berharga. Seorang dosen dituntut melakukan refleksi, mengevaluasi pengalaman-pengalaman yang terjadi. Hingga akhirnya kami ajak rekan-rekan dosen menuliskan refleksi itu dan dibentuk dalam buku agar kita bisa saling belajar untuk meningkatkan kemampuan diri sebagai dosen,” kata Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., pengagas buku Mendadak Daring.

Bedah buku sekaligus peluncuran buku yang dikemas dalam daring melalui aplikasi Zoom dilanjutkan dengan lelang buku menghadirkan beberapa panelis, yaitu Prof. Dr. Ir. Djwantoro Hardjito, M. Eng., Dra. Lanny Herawati, Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch., bersama Sally Azaria, S. Sos., M.PPO.

Meilinda, S.S., M.A., Direktur OIA (Office of Institutional Advancement) Universitas Kristen (UK) Petra mengatakan bahwa buku Mendadak Daring memang dilelang dan hasil dari lelang yang dimulai dengan harga 100 ribu rupiah, secara keseluruhan dijadwalkan diserahkan kepada UKP Covid-19 Relief Funds.

“Hanya akan ada satu buku saja yang dilelang yang sudah ditanda tangani panelis dan editor. Dimulai dengan harga Rp 100.000, penawar tertinggi yang akan memenangkan lelang ini. Kemudian dana yang didapatkan akan diberikan ke UKP Covid-19 Relief Funds,” kata Meilinda, S.S., M.A., sebelum sesi lelang dimulai.

Satu diantara bagian buku yang menarik terjadi di program studi Arsitektur, dimana satu diantara pola dalam pengajarannya mengharuskan para mahasiswa ‘hidup’ di ruang studio selama 28 jam sampai 30 jam dalam seminggu. Ini penting dilaksanakan dalam rangka untuk membangun kreativitas dan pemikiran kritis saat mendesain arsitektur.

Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch., dosen program studi Arsitektur UK Petra Surabaya yang menyampaikan ceritanya terkait kebiasaan yang sejak lama dijalani para mahasiswa Arsitektur dan menurutnya kondisi pandemi Covid-19 membuatnya harus belajar detil menulis untuk mahasiswanya.

“Ini jelas pengalaman yang baru bagi kami baik mahasiswa maupun dosen. Salah satunya lebih giat memberikan informasi dan monitoring mahasiswa lebih intens baik melalui zoom atau WA grup. Bagi mahasiswa yang ‘menghilang’ saya lebih intens mencarinya. Tak hanya itu, saya belajar membuat instruksi saya dalam kalimat lebih sistematis agar mahasiswa tidak malas membacanya,” papar Roni Anggoro, S.T., M.A.Arch.

Diluar dugaan, lelang yang digelar bersamaan dengan peluncuran buku Mendadak Daring tersebut, ternyata berlangsung sangat seru, dan ada dua penawar yang sama-sama terus menaikkan tawarannya. Mereka berdua sangat bersemangat menawar dengan harga tinggi karena sama-sama peduli dan tidak ingin ada mahasiswa UK Petra Surabaya yang berhenti melanjutan studi karena kendala biaya di saat pandemi Covid-19 ini.

Ditengah serunya lelang, satu diantara peserta memberikan usul agar menambah buku Mendadak Daring yang dilelang menjadi dua, dan pada bagian akhir lelang berhasil mengumpulkan dana sekitar 20 juta rupiah.

Buku ini berhasil didapatkan oleh Andar Sirait, Pimpinan BNI Graha Pangeran dan Ajoe Kartika, Anggota Pengawas YPTK Petra. Sementara itu rektor UK Petra menyampaikan pesannya bahwa atas perkenan Tuhan kedua penerima buku memberikan semangat bagi masa depan.

“Tentunya ini sangat layak disyukuri dan kedua pemimpin yang memperoleh buku dari hasil lelang terbuka ini adalah dua calon pemimpin masa depan. Dukungan dari peserta lelang ini sangat menyemangati, dan membangun semangat optimis diantara kita semua. Semoga atas perkenan Tuhan Yang Maha Esa juga, kita semua mampu melewati pandemi dan krisi ini,” pungkas Djwantoro Harjito Rektor UK Petra Surabaya, Kamis (9/7/2020).(tok/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Minggu, 28 November 2021
25o
Kurs