Rabu, 6 Juli 2022

Menunggu Bahtsul Masail, Ketua MUI: Vaksin Sinovac Covid-19 Secara Zahir Halal

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
KH Miftachul Akhyar (peci hitam) Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) saat menghadiri simulasi Vaksin Covid-19 di RSI Jemursari Surabaya, Jumat (18/12/2020). Foto: Humas Pemprov Jatim

KH Miftachul Akhyar Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan, pemerintah sudah mendaftarkan vaksin Sinovac Covid-19 ke MUI untuk penentuan halal atau tidak.

Ulama yang juga Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menyampaikan ini saat mengikuti simulasi vaksin Covid-19 di RSI Jemursari Surabaya, Jumat (18/12/2020).

“Masalah vaksin ini, yang masih didaftarkan ke MUI itu, ya, saya sudah minta di BM (Bahtsul Masail) untuk membahas,” katanya usai mengikuti rangkaian simulasi vaksin di Surabaya.

MUI, kata Akhyar, masih menunggu hasil pembahasan dalam forum Bahtsul Masail itu meskipun secara fisik, menurutnya, vaksin Sinovac itu tidak ada masalah.

“Kedua-duanya secara zahir menyatakan tidak masalah, artinya halal. Tinggal thayyiban-nya ini. Kan, Halalan Thayyiban. Thayyiban ini, aman enggak? Kalau aman, berkhasiat enggak? Ada mujarabnya, gitu. Nah, ini yang belum. Kami masih menanti itu,” ujarnya.

Ketua Umum MUI itu menghadiri simulasi yang juga dihadiri oleh Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, juga Budi M Hidayat Plt Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan.

Setelah mengikuti simulasi yang digelar oleh Kementerian Kesehatan itu, Khofifah menyatakan, kehadiran Ketua Umum MUI dalam simulasi itu akan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin Covid-19 halal.

Mantan Menteri Sosial itu memastikan, Jawa Timur sudah siap melaksanakan vaksinasi Covid-19 dengan sudah siapnya 8.501 vaksin carrier, 1.800 lemari es, juga 2.404 vaksinator dan programmer di setiap kabupaten/kota.

Allhamdulillah, hari ini pelaksanaan simulasi vaksin COVID-19 di Jatim dihadiri Ketua Umum  MUI. Ini penting untuk memberikan keyakinan terhadap masyarakat bahwa vaksin Covid-19 ini halal,” ujarnya.

Berdasarkan data Kemenkes RI, untuk tahap awal, Pemprov Jatim akan mendapatkan jatah sebanyak 317.000 vaksin untuk dua kali vaksin terhadap satu orang sasaran.

Dengan demikian, akan ada kurang lebih 158.500 orang di Jawa Timur yang akan menjalani vaksinasi di tahap awal nanti. Sayangnya, Khofifah tidak menyebutkan, kapan vaksinasi itu akan dilaksanakan di Jatim.(den/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 6 Juli 2022
31o
Kurs