Minggu, 31 Mei 2020
Cerita Pengusaha Muda di Tengah Wabah COVID-19

Niat Tulus Berbagi Makanan, Nggak Nyangka Pesanan dari Donatur Malah Membludak

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Aksi sosial bagi-bagi makanan kepada tenaga medis di RSUD dr. Soetomo, Surabaya. Foto: Istimewa

Tom Liwafa, seorang pengusaha muda di Surabaya ini tidak menyangka, bahwa aksi bagi-bagi makanan ke tim medis dan ojek online secara gratis beberapa waktu yang lalu malah membuat restorannya kebanjiran pesanan. Kebanyakan, pesanan berasal dari donatur yang ikut berempati di tengah wabah COVID-19.

Ia mengatakan, para pembeli itu kebanyakan memesan makanannya secara online dan meminta agar makanannya dibagikan langsung ke tenaga medis di beberapa rumah sakit di Surabaya.

Aksi sosial bagi-bagi makanan dari Restoran Se’i Sapiku milik Tom Liwafa kepada tenaga medis di RS Siloam, Surabaya. Foto: Istimewa

Menurutnya, mereka ikut bersimpati setelah mengetahui aksi berbagi makanan yang dilakukan restorannya di sosial media. Ia tidak menyangka, bahwa aksi sosialnya tersebut dapat menggerakkan banyak orang untuk ikut menyumbang.

Karena sedari awal, lanjutnya, ia tidak mengharapkan keuntungan apapun dengan melakukan aksi ini. Apalagi restoran miliknya yang bernama “Se’i Sapiku” ini baru resmi dibuka pada Maret 2020, sangat bertepatan dengan maraknya wabah COVID-19 khususnya di Surabaya.

“Waktu pertama kali resto buka, sudah lah, saya ibaratnya siap ‘pecah celengan’. Waktu itu jujur saya tidak berharap sama sekali uang saya kembali. Bisa menggaji karyawan saja sudah cukup,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (28/3/2020).

“Saya sebenarnya tidak percaya sama hal-hal yang tidak logis. Tapi saat saya bagi-bagi, itu beneran terjadi dengan saya. Pesanannya lha kok malah luar biasa,” tambahnya.

Aksi sosial bagi-bagi makanan dari Restoran Se’i Sapiku milik pengusaha muda Tom Liwafa kepada tenaga medis di RS Universitas Airlangga, Surabaya. Foto: Istimewa

Ia menuturkan, banyak orang yang memesan dengan jumlah 50-100 kotak sekaligus. Bahkan, kebanyakan dari mereka tidak menyebutkan nama (anonim) dan hanya minta agar makanan itu dibagikan.

“Orderan ternyata membludak. Ada yang lagi ulang tahun, lalu nitip untuk dibagikan ke petugas rumah sakit. Kebanyakan itu anonim. Saya tanya ‘apa ini 50 kotak?’, lalu beliau mau makanan dikasihkan langsung ke rumah sakit. Dan itu terjadi setiap hari,” imbuhnya.

Hingga saat ini saja, total ia sudah menerima pesanan dari donatur sebanyak 2.000 kotak makanan. Ribuan makanan tersebut selain diberikan untuk petugas ke rumah sakit, juga dibagikan ke ojek online, petugas kebersihan hingga penarik becak.

Sebagai pengusaha yang bergerak di banyak unit bisnis, Tom mengaku bahwa dampak wabah COVID-19 sangat dirasakan oleh para pengusaha. Untuk itu, ia mengajak kepada pengusaha lain untuk lebih menjalankan bisnisnya tidak lagi berorientasi profit, tapi lebih bertujuan untuk membantu sesama.

“Untuk pengusaha, menurut saya, intinya kita membantu, dan itu ternyata tidak sedikit yang memperhatikan kita dan berempati dengan kita. Ketika orang melihat ketulusan kita, orang jadi tulus juga ke kita,” ujarnya.

“Kalau menurut saya, kadang-kadang kita itu tidak tahu nanti rezeki darimana. Tapi sebenarnya Tuhan ini luar biasa,” tutupnya.(tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Truk Muat Jeruk Terguling

Surabaya
Minggu, 31 Mei 2020
32o
Kurs