Selasa, 15 Juni 2021

Pasca-Pandemi Covid-19, Universitas Harus Menjadi Learning Organization

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Konferensi internasional mengupas Learning Organization pasca pandmei Covid-19 di Universitas Narotama Surabaya. Foto: Humas Universitas Narotama

Universitas harus menjadi sebuah Learning Organization yang terus berevolusi dalam masa pandemi Covid-19. Itu salah satu pembahasan dalam konferensi internasional di Universitas Narotama Surabaya.

Konferensi Internasional bertajuk: Post Covid 19 Recovery in Bussiness, Entrepreneurship, Economic, Higher Education and Sustainability itu berlangsung secara daring, Sabtu (4/7/2020).

Dr. Nunuk Hariyati, M.Pd dari Universitas Negeri Surabaya satu di antara keynote speaker konferensi itu yang memaparkan penguatan universitas menjadi Learning Organization.

“Masa pandemik Covid-19 ini membentuk suatu pola sosial dan ekonomi yang baru. Suatu new normal. Semua pihak dan bidang kerja mengubah sistem mereka untuk menyesuaikan diri dengan situasi, termasuk juga dengan universitas. Universitas harus mengubah sistem pembelajaran menjadi sesuatu yang baru dan lebih fleksibel. Sehingga tidak berlebihan jika saya katakan bahwa universitas sedang menguatkan diri menjadi sebuah learning organization,” terang Nunuk Hariyati.

Learning Organization adalah sebuah tempat di mana sivitas akademikanya tidak henti belajar dari satu sama lain dan tidak ragu untuk terus mengubah sistemnya sesuai dengan keadaan yang berlangsung.

“Sehingga didapatkan hasil pemikiran yang benar-benar tepat untuk masyarakat sekitar atau pun secara global. Misalnya saja sekarang sudah semakin banyak paper yang membahas tentang situasi terkini masa pandemik Covid-19,” kata Nunuk sapaan Nunuk Hariyati.

Universitas-universitas, lanjut Nunuk sudah ada di tahap itu saat ini. Mereka tak henti berusaha mengembangkan dan mencari tujuan mereka bagi masyarakat.

“Mereka tidak berhenti untuk membuat penelitian dan melakukan proses kreatif untuk merespon kebutuhan masyarakat. Mereka juga mau mendengar aspirasi dari luar untuk mengembangkan dirinya. Serta, jelas sekali universitas tidak menutup kesempatan bagi siapa pun untuk menuntut ilmu,” tambah Nunuk.

Sedangkan Dr. H. Nuryadi, S.Sos., MM dari STIE Pemuda Surabaya menambahkan bahwa universitas sebagai lembaga pendidikan tinggi harus bisa menerima tantangan dari masa pandemi ini untuk terus beradaptasi seiring datangnya masa depan nanti.

“Universitas harus berani membuat perubahan, harus bisa dengan mudah beradaptasi dengan sekecil apa pun perubahan yang terjadi dengan terus membuat inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujar Nuryadi.

Selain itu universitas juga harus mulai memikirkan mengenai mahasiswa mereka yang kini memiliki orientasi untuk bisa lebih cepat bekerja setelah lulus untuk mengatasi masalah ekonomi di masa pandemi.

“Oleh karena itu universitas juga harus lebih banyak bekerjasama dan berkolaborasi dengan dunia bisnis. Serta untuk menjadi bagian penting dari pemutusan mata rantai Covid-19, universitas jelas harus menguatkan platform online untuk semua hal yang berkaitan dengan perkuliahan. Sehingga mahasiswa tetap bisa produktif tanpa harus berangkat ke gedung kampus,” pungkas nuryadi, Sabtu (4/7/2020).

Konferensi berskala internasional kali ini diikuti sekurangnya 1228 partisipan dengan menggunakan aplikasi Zoom dan 2071 partisipan melalui Live Youtube. Konferensi internasional ini menghadirkan keynote speaker dari berbagai negara, diantaranya dari Mesir, Malaysia, dan Thailand, serta Indonesia.(tok/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kebakaran di Tanjungsari

Kemacetan di Tol Waru arah Dupak

Gerhana Bulan Total di Waru

Surabaya
Selasa, 15 Juni 2021
26o
Kurs