Selasa, 5 Juli 2022

Peduli Gizi Anak, Siswa SMA Khadijah Buat Care With Straat Kinderen

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
SMA Khadijah Tim SMA Khadijah Surabaya lolos menjadi finalis pada program Saya Pemberani. Foto: Istimewa

Siswa SMA Khadijah Surabaya menghadirkan Care With Straat Kinderen pada program Saya Pemberani, inovasi untuk pemenuhan makanan bergizi bagi anak.

Remaja di Jawa Timur (Jatim) berkolaborasi dalam pemenuhan gizi bagi anak, dalam program Saya Pemberani, dan siswa SMA Khadijah Surabaya berhasil lolos sebagi finalis dengan karya Care With Straat Kinderen.

Aplikasi gizi sehat, Care With Straat Kinderen dibuat dan dirancang sebagai satu diantara upaya yang dilakukan siswa dalam rangka menyelamatkan asupan gizi bagi anak di sekolah. Aplikasi ini membawa mereka jadi finalis program Saya Pemberani.

Siswa SMA Khadijah yang terdiri dari Sabillah Nur Fitriyanah, Islah Farah, Citra Rossalia, Rohmah Minka, Ananta Daffa, M Ilham Arifin dan Reyhan Dani Indrianto tertarik memadukan gerakan mengkonsumsi gizi bagi remaja dengan teknologi yang berbasis Android dan IOS.

“Aplikasi Care With Straat Kinderen menjadikan kami tahu makanan yang bergizi yang dijual di kantin-kantin sekolah,” terang Citra Rossalia, satu diantara siswa SMA Khadijah, Kamis (27/2/2020).

Pada aplikasi itu, lanjut Citra semua jenis makanan yang dijual di kantin sekolah akan terdata. Bahan makanan serta kandungan di dalamnyapun akan tertera dengan jelas.

Sehingga siswa yang membeli makanan mengetahui kebutuhan gizi yang diperolehnya. “Sejak dulu jajanan sekolah selalu dipersepsikan kurang gizi. Kalau ada data yang jelas, kami bisa mengetahui makanan yang akan dibeli,” tambah Citra.

Para siswa ini bekerjasama dengan pihak koperasi sekolah yang membawai kantin-kantin yang menjual makanan. Termasuk para produsen jajanan itu yang wajib menyantumkan bahan yang dipakai untuk membuat jajanan tersebut.

Aplikasi ini, lanjut Citra nantinya akan terus dikembangkan untuk bisa dipakai di berbagai sekolah yang ada di Surabaya. Sehingga mereka bisa menjaga asupan gizi yang dibutuhkan bagi anak-anak di sekolah.

Aplikasi ini juga memberikan bantuan makanan bagi anak-anak jalanan. Caranya, mereka membagi sisa keuntungan dari koperasi atau kantin sekolah. Keuntungan itu akan dibelanjakan berupa makanan bergizi yang diberikan pada anak-anak jalanan.

“Misalnya ada keuntungan Rp500 , maka Rp300 akan disisihkan untuk anak jalanan. Dan sisanya Rp100 dipakai untuk pengembangan sistem aplikasi dan Rp100 lainnya diberikan poin pada siswa tersebut,” tambah Sabillah Nur Fitriyanah, anggota tim SMA Khadijah Surabaya.

Dengan cara ini, para siswa di sekolah juga memiliki gerakan untuk berbagi dengan sesama. Mereka bisa melihat secara real time bantuan yang diberikan pada anak-anak jalanan. “Orang tua juga bisa melihat konsumsi jajanan yang dimakan anaknya melalui aplikasi ini,” kata Sabillah.

Sementara itu ditambahkan Ravi K. Menon, Country Director GAIN penyelenggara kompetisi bahwa program Saya Pemberani, berawal dari kekhawatiran akan banyaknya anak muda di Indonesia yang memiliki masalah gizi.

“Program Saya Pemberani mengidentifikasi remaja yang termotivasi dan terinspirasi untuk ikut andil mengerakkan perubahan sosial terkait dengan gizi terutama di Kota Surabaya dan Kabupaten Jember di Jawa Timur,” ujar Ravi K. Menon.

GAIN (Global Alliance for Improved Nutrition) bekerjasama dengan Ashoka Indonesia didukung Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar kompetisi ini. Selain SMA Khadijah Surabaya, peserta lain dari Jawa Timur yang masuk 25 besar program Saya Pemberani diantaranya dari St Louis 1 Surabaya, SMP Santa Maria, SMA Santa Maria, SMKN 1 Jember, dan SMA Muhammadiyah 10 Surabaya.(tok/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Selasa, 5 Juli 2022
27o
Kurs