Senin, 30 November 2020

Pemerintah Akan Libatkan 739 Ribu Tenaga Medis dalam Program Vaksinasi Covid-19

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Pekerja memberikan label pada vaksin di laboratorium PT Bio Farma (Persero), Bandung, Jawa Barat. Foto: Antara

Pemerintah mulai menyiapkan berbagai hal terkait program vaksinasi Covid-19 massal, antara lain logistik dan sumber daya manusia.

Kementerian Kesehatan sudah mendata dokter umum, dokter spesialis, perawat dan bidan yang nantinya terlibat dalam proses vaksinasi.

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, program vaksinasi akan melibatkan 739 ribu orang tenaga kesehatan, termasuk di antaranya 23 ribu orang vaksinator yang bertugas di Puskesmas dan rumah sakit.

Jumlah tersebut disiapkan dengan kalkulasi rasio 1 banding 20 di seluruh Indonesia.

“Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah SDM yang dipersiapkan sudah ada sebanyak 739.722 orang. Serta vaksinator di Puskesmas dan rumah sakit sebanyak 23.145 orang, atau secara rasio 1:20 di seluruh Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Lebih lanjut, Dokter Wiku menyatakan, persiapan prosedur menjaga suhu vaksin atau istilahnya cold chain sudah mencapai 97 persen.

Dia menjelaskan, cold chain bertujuan untuk menjaga kualitas dan efektivitas vaksin.

“Rata-rata kesiapan cold chain yang berfungsi di Indonesia mencapai 97 persen,” ungkapnya.

Wiku menambahkan, pemerintah menjamin upaya pengembangan vaksin dilakukan dengan sangat hati-hati, dan berpedoman pada standar kesehatan.

Kalau kandidat vaksin lulus uji standar kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) akan menerbitkan surat otorisasi penggunaan darurat.

“Vaksinasi yang sukses adalah aman dan efektif secara medis serta diikuti persiapan penyelenggaraan yang matang. Untuk itu, kami harapkan masyarakat bersabar menanti proses vaksinasi dan tetap mematuhi protokol 3M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan,” tegasnya.

Sekadar informasi, kandidat vaksin anti Covid-19 yang akan dipakai dalam program vaksinasi massal, masih tahap uji klinis fase 3.

Uji klinis dilakukan untuk memastikan keamanan, efek samping dan rentang dosis aman untuk tubuh manusia.(rid/dfn/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs