Sabtu, 4 Desember 2021

Pemerintah Segera Lakukan Vaksinasi Covid-19 kepada 181 Juta Penduduk

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Ilustrasi. Foto: covid.go.id

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan menargetkan 181 juta rakyat Indonesia akan menerima vaksin Covid-19.

Menurut Budi, target 181 juta rakyat Indonesia yang akan menerima vaksin Covid-19 ini, dengan pertimbangan tidak memasukkan penduduk yang memiliki komorbid berat, orang yang pernah terkena Covid-19 dan ibu hamil.

“Dari 269 juta rakyat indonesia, kalau kita mau mengejar herd immunity usia di atas 18 tahun ada 188 juta, dari 188 juta ini kalau kita keluarkan yang memiliki komorbid berat, kalau kita keluarkan yang pernah covid-19, kita keluarkan ibu hamil, dan kita keluarkan yang menjadi ekslusi, yang jadi target vaksinasi adalah 181 juta rakyat,” ujar Budi dalam konferensi pers di Istana, Selasa (29/12/2020).

Menurut Menkes, vaksin yang diperlukan untuk vaksinasi 181 juta penduduk tersebut, termasuk untuk cadangan dan dosisnya, maka diperlukan 426 juta dosis vaksin.

“Dengan memperhitungkan bahwa 1 (satu) orang membutuhkan 2 (dua) dosis dan memperhitungkan guideline WHO, kita persiapkan 15 persen cadangan maka total vaksin yang diperlukan ada sekitar 426 juta dosis vaksin,” jelasnya.

“Ini adalah jumlah yang sangat besar, untuk itu pemerintah sudah berusaha keras untuk memastikan kita bisa mengamankan jumlah ini,” imbuhnya.

Kata dia, tahap pertama yang dilakukan vaksinasi adalah tenaga atau petugas kesehatan, health workers, ada 1,3 juta orang di 34 provinsi. Tahap kedua diberikan ke petugas publik yang jumlahnya sekitar 17,4 juta orang. Kemudian tahap selanjutnya, masyarakat lansia, di atas 60 tahun yang jumlahnya sekitar 21,5 juta orang.

Sesudah itu, kata Budi, masyarakat normal akan mulai diimunisasi. Untuk perbadingan, setiap negara memiliki tahapan imunisasi yang berbed-beda. Tapi yang seragam semua negara pasti tahapan pertamanya adalah tenaga kesehatan, karena mereka adalah garda terdepan, orang – orang yang paling penting di masa pandemi krisis Covid-19.

“Jadi apa yang kita lakukan pertama kali konsisten yang dilakukan di Inggris, Amerika, semua negara bahwa tenaga kesehatan merupakan prioritas pertama yang akan kita vaksin,” tegasnya.

“Di beberapa negara, tahapan keduanya berbeda-beda. Ada yang melakukan berdasarkan umur. Di kita public workers dulu. Mengapa? Karena memang kita membutuhkan waktu untuk memastikan bahwa vaksin yang bisa digunakan nanti bisa berlaku untuk usia di atas 60 tahun,” kata Menkes.

Budi mengharapkan, di awal tahun depan semua proses mengenai kesiapan pengadaan vaksin sudah selesai.(faz/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
32o
Kurs