Selasa, 16 Agustus 2022

Pemerintah Tunjuk Achmad Yurianto sebagai Juru Bicara Khusus Penanganan Virus Corona

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Dokter Achmad Yurianto Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan/Juru Bicara penanganan Virus Corona di Indonesia, memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020). Foto: Farid/ dok.suarasurabaya.net

Pemerintah menunjuk dr Achmad Yurianto Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan, sebagai Juru Bicara penanganan Virus Corona di Indonesia.

Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan mengatakan, salah satu pertimbangan menunjuk Achmad Yurianto sebagai juru bicara, adalah pemahaman tentang data-data COVID-19.

Dengan begitu, Pemerintah, lanjut Terawan, akan memberikan informasi perkembangan penanganan Virus Corona di Tanah Air, satu jalur lewat juru bicara khusus.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, sudah ditunjuk Juru Bicara untuk menangani Virus Corona, namanya dokter Achmad Yurianto. Beliau yang terbekali dengan semua data yang ada, baik data mengenai kasus yang kemarin sudah diumumkan dan semua betul-betul akan terkonsentrasi di satu juru bicara. Saya akan mendukung beliau terus di bidang data, di bidang apa pun supaya terjadi efisiensi dari tenaga, supaya saya betul-betul bisa konsentrasi dengan baik,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Seperti diketahui, Joko Widodo Presiden, Senin (2/3/2020), mengumumkan adanya kasus infeksi Virus Corona (COVID-19) pertama di Indonesia.

Dua orang yang masih satu keluarga, ibu dan seorang anaknya, dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona.

Sekarang, dua orang itu masih menjalani perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Dengan adanya warga yang terjangkit Virus Corona di Indonesia, Jokowi Presiden meminta masyarakat tidak panik. Karena, Pemerintah sudah siap melakukan penanganan medis serta mencegah penyebaran lebih luas.

Presiden menegaskan, sudah ada sekitar 100 rumah sakit yang punya ruang isolasi, dengan peralatan medis berstandar internasional.

Pemerintah juga menerapkan prosedur standar operasional internasional dalam penanganan kasus tersebut.(rid/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langit Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Selasa, 16 Agustus 2022
25o
Kurs