Rabu, 25 Mei 2022

Pemkot Surabaya Siapkan Rusun dan Hotel untuk Ruang Isolasi

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Eddy Cristijanto Kepala BPB Linmas Kota Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Eddy Cristijanto Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Surabaya mengatakan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan ruang isolasi dan observasi pasien Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan Orang Tanpa Gejala (OTG) di Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Babat Jerawat dan hotel di Surabaya.

“Ruang isolasi dan observasi rusun babat jerawat sudah siap. Kita juga mengkaji kerjasama dengan hotel untuk isolasi bagi OTG selama 14 hari,” kata Eddy kepada suarasurabaya.net, Sabtu (18/4/2020).

Eddy mengatakan, kapasitas rusun Babat Jerawat yang digunakan ruang isolasi ada 80 kamar. Kalau hotel masih dikoordinasikan oleh Disbudpar.

“Kapasitas rusun Babat Jerawat 80 kamar. Kalau hotel ada di Disbudpar informasinya,” katanya.

Sementara itu, terkait jumlah daya tampung bed rumah sakit di Surabaya untuk penanganan Covid-19 hari ini masih dirapatkan oleh Dinas Kesehatan bersama pimpinan RS Rujukan.

“Hari ini (terkait jumlah kapasitas bed) masih dirapatkan dengan beberapa RS rujukan,” katanya.

Sebelumnya, Pemprov Jatim mengingatkan Pemkab/Pemkot yang belum maksimal menyiapkan ruang observasi (isolasi) di setiap desa/kelurahan untuk memutus mata rantai Covid-19 di tengah arus mudik lebih awal jelang Ramadan.

Kota Surabaya termasuk dalam daftar kabupaten/kota dengan ketersediaan ruang observasi berbasis desa/kelurahan di bawah 20 persen bersama Kabupaten/Kota Malang, Kota Batu, Kota Blitar, dan lainnya.

Kota Surabaya yang memiliki 154 kelurahan tapi baru memiliki 27 ruang observasi berbasis kelurahan (17,5 persen), padahal jumlah kasusnya merupakan yang terbanyak di Jatim. (bid/tin/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
30o
Kurs