Minggu, 27 September 2020

Pemkot Surabaya Wajibkan Rapid Test Bagi Peserta UTBK, Panitia Masih Konsultasi ke LTMPT

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Calon Penumpang kapal feri di Pelabuhan Jangkar Situbondo, dites cepat oleh tim medis dari Pelindo III, Kamis (28/5/2020). Foto: Antara

Pemkot Surabaya mewajibkan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) menjalani uji rapid test dengan hasil non reaktif atau swab test dengan hasil negatif pada ujian yang akan digelar pada 5-14 Juli mendatang di Kota Surabaya.

Kebijakan ini cukup mendadak, mengingat surat edaran yang ditandatangani oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya itu baru dikirim hari ini, Kamis (2/7/2020) kepada pusat-pusat penyelenggara UTBK di Surabaya.

Irvan Widyanto Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya mengatakan, surat edaran yang salah satu poinnya mewajibkan hasil rapid test non reaktif, semata-mata ditujukan untuk keselamatan dan kesehatan warga.

Ia mengaku, Pemkot akan memfasilitasi peserta Bidik Misi dari Kota Surabaya untuk rapid test massal.

“Jadi pemerintah kota sudah memberikan solusi, tapi tidak mungkin semuanya. Juga Khusus warga Surabaya, terutama yang mereka tergabung di bidik misi. Mereka akan kita siapkan rapid test massal gratis. Untuk pemempatannya kita diskusikan, kemungkinan di kampus-kampus itu, di Unair, ITS, dan UPN,” katanya.

Ia mengatakan, jika peserta bidik misi kesulitan transportasi ke tempat rapid test massal, bisa menghubungi Puskesmas terdekat.

“Kita juga pertimbangkan, peserta bidik misi, kalau kesulitan transportasi, mereka juga bisa menghubungi Puskesmas terdekat. Jadi Puskesmas terdekat, mereka bisa melaporkan itu. Salah satunya dia harus menunjukkan Kartu Indonesia Pintar,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku, pemkot tidak bisa mengakomodir biaya rapid test bagi peserta non warga Surabaya, bidik misi non warga Surabaya dan peserta non bidik misi. Ia mengarahkan agar mereka melakukan test mandiri di sejumlah lab di Surabaya.

“Untuk yang bukan warga Surabaya, jelas mas. Artinya yang warga surabaya, bukan bidik misi, secara kemampuan mampu, bisa hubungi lab-lab di Suabaya yang bisa layani rapid. Yang kita khususkan disini warga Surabaya, yang bidik misi,” katanya.

Petikan surat edaran yang ditandatangani oleh Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya. Foto: Istimewa.

Menanggapi edaran tersebut, Juanidi Khotib Ketua Pusat UTBK Unair mengatakan ketiga pusat UTBK di Surabaya yaitu Unair, ITS, dan UPN sedang mengonsultasikan hal ini pada LTMPT.

“Untuk poin hasil rapid test ini sedang kita konsultasikan pada LTMPT karena tidak ada ketentuan ataupun syarat pada saat mereka mendaftar. Memang sangat bervariasi rekomendasi tiap daerah atau kota,” katanya.

Ia mengatakan, sebelum turun surat edaran dari Wali Kota Surabaya hari ini, mereka sudah mengikuti tiga kali rapat dengan satgas Covid-19 Surabaya. Para ketua pusat UTBK di Surabaya saat itu lebih menekankan pada pemenuhan protokol kesehatan secara ketat.

“Kami dari Pusat UTBK lebih menekankan pada pemenuhan protokol kesehatan dengan ketat mulai persiapan, pelaksanaan dan pasca kegiatan. Pada tahap persiapan misalnya Peserta UTBK harus belajar dan isolasi di rumah mereka selama H-14 dari jadwal ujian, Peserta memilih ujian pada Pusat Ujian di kota terdekat dengan tempat tinggal peserta serta ketentuan peserta dalam perjalanan menuju tempat UTBK,” katanya. (bas/bid/rst)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Bintang Rahmadani

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Minggu, 27 September 2020
29o
Kurs