Kamis, 13 Mei 2021

Pemprov Jatim Tebar 3,5 Ton Benih di Tiga Gunung dengan Aeroseeding

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Khofifah bersama Marsma (TNI) Wayan Superman Danlanud Abdurrahman Saleh Malang menyiapkan benih yang akan disebar dengan cara penyebaran benih udara (aeroseeding), Rabu (16/12/2020) di kawasan Gunung Arjuno, Gunung Wilis, dan Gunung Kawi. Foto: Humas Pemprov Jatim

Pemprov Jatim bersama Perhutani Divre Jatim dan Lanud Abdulrahman Saleh, Malang menebar 3,5 ton benih tanaman di tiga gunung di Jatim dengan cara penyebaran benih udara (aeroseeding), Rabu (16/12/2020).

Aeroseeding itu bertujuan untuk memulihkan lahan gundul (terdegradasi atau terdeforestasi) atau mereboisasi sejumlah hutan dan lahan di gunung yang sempat mengalami kebakaran, longsor, atau karena sebab lainnya.

“Aeroseeding menjadi metode paling tepat melakukan revegetasi lingkungan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau jalur darat. Seperti di pegunungan,” ujar Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim, di Malang.

Khofifah bersama Marsma (TNI) Wayan Superman Danlanud Abdurrahman Saleh Malang turut serta secara langsung dalam proses aeroseeding di kawasan Gunung Arjuno, Gunung Wilis, dan Gunung Kawi itu.

Sejumlah benih yang disebar antara lain bibit Pohon Sengon (Buto, Tekik), Asem, Wadang, Trengguli, Suren, Trembesi Klerek, Saga, Indigofera, Jati, Mahoni, Spathodea, Akasia, Sirsak, Maton, Jambu, Kelengkeng, Nangka, Vertiver, Lamtoro, dan Maesopsis.

“Aeroseeding menghemat tenaga dan waktu. Dengan ini wilayah hutan atau lahan bisa berfungsi sebagai penyaring dan penyerap air ke dalam tanah, serta untuk menghambat derasnya laju aliran air permukaan,” kata Khofifah.

Penyemaian benih lewat udara dan upaya reboisasi ini, kata Khofifah, merupakan upaya Pemprov Jatim mengantisipasi potensi bencana alam, terutama bencana hidrometeorologi seperti longsor dan banjir bandang.

“Revegetasi harus terus dilakukan. Hari ini adalah wujud sinergi antara Pemprov Jatim, Lanud Abdulrahman Saleh Malang dan Perhutani dalam mengembalikan revegetasi lingkungan yang rusak,” ujarnya.

Dia mengakui, hasil aeroseeding hari ini baru akan terasa manfaatnya beberapa tahun ke depan, seiring tumbuh besarnya benih yang telah disebar dan menjadi pondasi kuat untuk mengantisipasi longsor dan banjir.

Pelaksanaan aeroseeding, menurutnya juga sangat tepat dilakukan saat musim hujan. Persentase tumbuhnya benih yang disebar menurutnya akan meningkat saat musim hujan karena sering terguyur air.

Selain aeroseeding, Khofifah mengeklaim, Pemprov Jatim juga merehabilitasi hutan lewat sejumlah cara. Baik reboisasi, pemeliharaan, pengayaan tanaman, atau penerapan konservasi tanah di lahan kritis dan tidak produktif.

Melalui Surat Edaran Nomor 360/098/208.2/2020 tertanggal 20 Januari lalu, Khofifah juga sudah meminta sejumlah pihak di Jatim menyumbangkan benih/biji kepada Pemprov Jatim melalui BPBD Jawa Timur.

Reboisasi hutan ini, kata Khofifah, akan terus dilakukan Pemprov Jatim terhadap 8.776,45 hektare lahan konservasi di Jawa Timur yang tergolong kritis dari total lebih dari 1,3 juta hektare hutan di Jatim.

Kawasan Konservasi kritis itu antara lain berada di Balai Taman Nasional (BTN) Baluran, Semeru Betiri, Bromo Tengger Semeru, Alas Purwo, Tahura Raden Soerjo, dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.(den/iss)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Wadungasri Macet

Kecelakaan di Gunungsari

Kecelakaan di Manyar Gresik

Truk Terguling, Solar Menggenangi Jalan

Surabaya
Kamis, 13 Mei 2021
31o
Kurs