Senin, 30 November 2020

Penataan Sarpras di Resort Loh Buaya untuk Tingkatkan Layanan Publik TNK

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Wisatawan melihat satwa Komodo (Varanus Komodoensis) di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/1/2018). Foto: Antara

Balai Taman Nasional (TN) Komodo menyatakan penataan sarana prasarana wisata alam di resort Loh Buaya, Pulau Rinca, yang masuk dalam kawasan TN Komodo dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.

Lukita Awang Kepala Balai TN Komodo melalui akun resmi instagram Taman Nasional Komodo, Rabu (28/10/2020) mengatakan peningkatan kualitas pelayanan publik itu dilakukan karena melihat tren peningkatan wisatawan selama lima tahun terakhir yang cenderung meningkat.

“Tentunya penataan yang lebih terkonsentrasi pada satu titik akan lebih menjamin proses pelaksanaan ekowisata yang aman untuk jangka panjang,” katanya, dilansir Antara, Rabu (28/10/2020).

 

View this post on Instagram

 

Hallo Sobat Komodo! Taman Nasional Komodo memiliki luas sebesar 173.300 Ha (58.499 Ha daratan dan 114.801 Ha perairan), dikelola dengan sistem zonasi dan pendekatan Resort-Based Management. Resort atau Pos Jaga Loh Buaya adalah salah satu dari 13 resort penjagaan di Taman Nasional Komodo. Loh Buaya sendiri memiliki luas wilayah sebesar 15.059,4 Ha, dimana Sebesar 129.47 Ha merupakan Zona Pemanfaatan Wisata Daratan atau 0.22% dari total luas wilayah daratan Taman Nasional Komodo. Loh Buaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang memiliki waktu kunjungan yang relatif singkat karena jaraknya cukup dekat dengan Labuan Bajo. Destinasi ini cenderung menerima tingkat kunjungan wisatawan harian yang lebih tinggi dibandingkan destinasi lainnya di dalam kawasan. Penataan Sarpras wisata alam di Resort Loh Buaya dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan. Dengan melihat tren peningkatan wisatawan selama 5 tahun terakhir yang cenderung meningkat, tentunya penataan yang lebih terkonsentrasi pada satu titik akan lebih menjamin proses pelaksanaan ekowisata yang aman untuk jangka panjang. Penataan ini juga sudah melalui proses yang cukup panjang terkait perizinan dan pertimbangan ilmiahnya. Balai TN Komodo bersama mitra terus memantau perkembangan penataan setiap harinya guna memastikan agar integritas ekosistem dan kelestarian satwa tidak terganggu. Protokol COVID-19 pun tetap diterapkan di lapangan. Komodo di Lembah Loh Buaya berjumlah lebih kurang 60 individu, 15 diantaranya hidup pada lokasi yang sekarang sedang ditata ulang. Balai TN Komodo bersama dengan pakar komodo (Yayasan Komodo Survival Program) terus memantau status populasi dan menjaga kelestarian satwa komodo menggunakan pendekatan ilmiah terkini dan reliable. Populasi satwa komodo selama 5 tahun terakhir relatif stabil. Proses penataan ini tidak memberikan dampak terhadap keselamatan satwa. Penjagaan dan pengawasan oleh ranger juga terus dilakukan sehingga kecelakaan kerja saat penataan tidak akan terjadi. Komodo secara alami akan menjauh dari kehadiran entitas lain dan dapat bebas berjalan di habitatnya tanpa terganggu.

A post shared by Balai Taman Nasional Komodo (@tamanasionalkomodo) on  

Lukita mengatakan bahwa penataan itu juga sudah melalui proses yang cukup panjang terkait dengan perizinan dan pertimbangan ilmiahnya.

Ia juga mengatakan Balai TN Komodo bersama mitra terus memantau perkembangan penataan setiap harinya guna memastikan agar integritas ekosistem dan kelestarian satwa Komodo (Veranus Komodoensis) tidak terganggu. Protokol Covid-19 pun tetap diterapkan di lapangan.

Pihaknya menjelaskan TN Komodo memiliki luas 173.300 hektare (ha). Dari luas itu 58.499 ha adalah daratan dan 114.801 ha adalah kawasan perairan yang dikelola dengan sistem zonasi dan pendekatan Resort-Based Management.

Resort atau Pos Jaga Loh Buaya adalah salah satu dari 13 resort penjagaan di Taman Nasional Komodo. Loh Buaya sendiri memiliki luas wilayah sebesar 15.059,4 ha, di mana 129.47 ha merupakan zona pemanfaatan wisata daratan atau 0.22 persen dari total luas wilayah daratan Taman Nasional Komodo.

Loh Buaya menjadi destinasi favorit bagi wisatawan yang memiliki waktu kunjungan yang relatif singkat karena jaraknya cukup dekat dengan Labuan Bajo.

“Destinasi ini cenderung menerima tingkat kunjungan wisatawan harian yang lebih tinggi dibandingkan destinasi lainnya di dalam kawasan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Komodo di lembah Loh Buaya berjumlah kurang lebih 60 ekor, 15 di antaranya hidup pada lokasi yang sekarang sedang ditata ulang.

Balai TN Komodo, ujar dia, bersama dengan pakar komodo yakni dari Yayasan Komodo Survival Program terus memantau status populasi dan menjaga kelestarian satwa komodo menggunakan pendekatan ilmiah terkini dan reliable.

Lukita juga menambahkan populasi satwa Komodo selama lima tahun terakhir relatif stabil. Oleh sebab itu, katanya, proses penataan kawasan itu tidak memberikan dampak terhadap keselamatan satwa.

Penjagaan dan pengawasan oleh ranger juga terus dilakukan sehingga kecelakaan kerja saat penataan tidak akan terjadi. Komodo secara alami akan menjauh dari kehadiran entitas lain dan dapat bebas berjalan di habitatnya tanpa terganggu.(ant/dfn/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs