Selasa, 19 Januari 2021

Penggunaan Helikopter Polri Dinaiki Warga Sipil untuk Main-main Termasuk Pelanggaran Serius

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Wihadi Wiyanto anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi Partai Gerindra. Foto: Antara

Komisi 3 DPR RI mengkritik keras pemakaian fasilitas Polri seperti Helikopter Polda Kepri oleh masyarakat sipil.

Wihadi Wiyanto anggota Komisi 3 DPR RI Fraksi Partai Gerindra mengatakan, apa yang terjadi di wilayah hukum Polda Kepri tersebut yang tidak berkepentingan dengan tugas kepolisian, patut diduga sebagai pelanggaran.

“Pemakaian fasilitas negara, dan khususnya fasilitas Polri, yang dipakai untuk penegakkan hukum, tidak bisa dipakai untuk main-main (atau) semacam jalan-jalan. Apalagi Helikopter merupakan alat yang cukup vital,” jelas Wihadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/10/2020).

Wihadi menegaskan, alasan polisi khususnya Polda Kepri yang menyatakan itu enjoy flight, bukan pernyataan yang tepat.

“Jadi kalau polisi membuat alasan seperti itu, saya kira ini sesuatu yang harus diperiksa lebih lanjut motif kenapa ada tiga warga yang tidak punya kepentingan apapun naik helikopter polisi,” tegas Wihadi.

Wihadi melihat kasus ini sebenarnya cukup serius, karena helikopter tersebut dipakai untuk pengawasan.

“Kalau warga sipilnya tidak punya kepentingan apa-apa dengan alasan jalan-jalan naik helikopter polisi, itu sih sebenarnya sudah pelecehan, jadi seakan-akan bahwa polisi ini sudah bisa dibayar oleh seorang pengusaha atau beberapa pengusaha untuk meminjamkan fasilitas-fasilitas vitalnya, (apalagi) untuk melakukan jalan-jalan,” kata Wihadi.

Sekadar diketahui, sebelumnya ada akun instagram @dewa45_idn yang membagi video dengan caption ‘Bang Jago @divisihumaspolri Sangat Pro Kerjanya. Kebahagian, Kesejahteraan, Keselamatan dan Keamanan Mereka Sangat Di Perhatikan Oleh Pemerintah’.

Video berdurasi 1 menit 28 detik itu beredar Sabtu 17 Oktober 2020. Dalam video itu tampak sebuah helikopter berwarna putih dan biru baru saja mendarat di sebuah lapangan terbuka di wilayah Bintan.

Tiga orang yang diduga warga keturunan kemudian keluar sambil tersenyum dan mengacungkan jempol. Sebelum video berakhir, terlihat seorang polisi berpakaian dinas lengkap menyambut ketiga penumpang.

Sementara Irjen (Pol) Argo Yuwono Kadiv Humas Polri menegaskan kalau pilot yang mengangkut warga tersebut saat ini sudah diperiksa oleh Propam Polri.

“Propam langsung memeriksa pilot tersebut dengan ada atau tidaknya pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegas Argo. (faz/ang/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Mogok di Manyar Gresik

Jeglongan di Wedi Gedangan

Jalan Rusak di Brigjend Katamso Sudah Ditambal

… Lewati Lembah, Sungai Mengalir, Eh Bukan

Surabaya
Selasa, 19 Januari 2021
26o
Kurs