Rabu, 29 Juni 2022

Penyebaran COVID-19 Berhenti Saat Musim Kemarau?

Laporan oleh Denza Perdana
Bagikan
Ilustrasi. Virus Korona.

Ada pendapat yang menyatakan, penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19 akan berhenti ketika memasuki musim panas, mengingat transmisi flu dan demam yang mirip korona paling banyak terjadi pada musim gugur dan dingin.

Laman Time mencatat, salah satu alasan angka kejadian influenza dan demam merosot di musim panas karena cuaca yang hangat dan lembap bisa membuat droplet atau tetesan ludah sulit menyebarkan virus.

“Tetesan yang membawa virus tidak tetap berada di udara lembap, dan suhu yang lebih hangat menyebabkan degradasi virus yang lebih cepat,” kata Elizabeth McGraw Direktur Center for Infectious Disease Disamics Dynamics di Pennsylvania State University.

Walau begitu, para ahli kesehatan tidak begitu yakin COVID-19 dapat dihentikan pada awal musim panas.

Dr. Nancy Messionnier dari Centers for Disease Control and Prevention mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menganggap jumlah kasus akan melambat saat cuaca menghangat.

“Saya pikir terlalu dini untuk menganggap itu. Kami belum pernah melewati satu tahun pun dengan patogen ini,” tutur dia.

McGraw dari Penn State University mengatakan, akan ada banyak faktor yang menentukan kapan dan bagaimana wabah berakhir.

“Tingkat penyebaran virus, efektivitas praktik pengendalian infeksi, cuaca dan kekebalan manusia kemungkinan besar semua akan memainkan peran,” kata dia.

Selain itu, karena COVID-19 sangat baru, maka tidak ada kekebalan alami dalam populasi, kata Nicholl Ahli Kesehatan dari University of Hong Kong.

Orang juga perlu mempertimbangkan dua anggota keluarga virus corona mematikan lainnya, yakni SARS dan MERS yang bisa menyebar saat musim panas.

“Wabah virus corona masa lalu, SARS dan MERS, belum benar-benar menunjukkan bukti yang jelas terjadi musiman. Wabah SARS memang berakhir Juli, tetapi tidak jelas apakah karena cuaca. MERS tidak menunjukkan tanda-tanda musiman,” kata Bollyky.

Para ahli mengingatkan, jika COVID-19 menjadi kurang aktif di musim panas, dia bisa kembali jika tidak ada kendali atas wabah.(ant/den)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 29 Juni 2022
32o
Kurs