Rabu, 18 Mei 2022

Presiden: Pemerintah Siapkan Opsi Relokasi Korban Banjir Bandang di Lebak

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden meninjau lokasi terdampak banjir bandang di Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (7/1/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden, hari ini, Selasa (7/1/2020), meninjau lokasi banjir bandang di Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Peninjauan itu dilakukan Presiden untuk memastikan penanganan korban bencana alam berjalan baik.

“Tadi pagi saya hadir di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor dan sekarang kita melihat (penanganan) banjir bandang di Kabupaten Lebak,” ujarnya di Pondok Pesantren La Tansa yang juga terdampak banjir.

Sejumlah bangunan yang rusak berat terlihat di Pondok Pesantren La Tansa saat Presiden tiba sekitar pukul 11.48 WIB. Lalu, Jokowi memeriksa beberapa fasilitas yang rusak bersama Iti Octavia Jayabaya Bupati Lebak dan Wahidin Halim Gubernur Banten.

Dari Pesantren La Tansa, Presiden meninjau para pengungsi di Gelanggang Olah Raga (GOR) Lebak Gedong, untuk memastikan kebutuhan warga terdampak bencana terpenuhi.

Presiden mengatakan, penyebab bencana banjir bandang di Lebak adalah perambahan hutan dan penambangan emas ilegal. Maka dari itu, Jokowi meminta Gubernur Banten dan Bupati Lebak menghentikan kedua aktivitas tersebut.

“Enggak bisa lagi karena keuntungan satu, dua, tiga orang, kemudian ribuan yang lainnya dirugikan dengan adanya banjir bandang ini,” tegasnya.

Berdasarkan laporan yang diterima, Kepala Negara menyebut ada 30 jembatan penting penghubung desa yang perlu segera diselesaikan.

“Tadi saya sudah perintahkan Menteri PU agar dalam 3-4 bulan itu semuanya sudah bisa diselesaikan,” katanya.

Selain itu, tercatat ada 19 bangunan sekolah yang rusak. Terkait hal tersebut, Presiden memerintahkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian PUPR segera merenovasi.

“Rumah yang rusak dilaporkan oleh Bu Bupati tadi ada 1.410. Nanti akan kita data di lapangan secara lengkap, apakah memungkinkan untuk direlokasi, karena memang kalau melihat banjirnya besar seperti ini harus direlokasi,” jelasnya.

Proses relokasi juga rencananya akan dilakukan bagi warga terdampak longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor. Presiden menyebut, pemerintah daerah dan pusat akan bekerja sama untuk merelokasi warga.

“Beberapa tadi sudah sampaikan untuk masyarakat yang terkena longsor untuk mau direlokasi, dipindahkan ke kurang lebih 2 kilometer dari situ. Ini nanti agar disiapkan dulu oleh Bupati Bogor, lalu diselesaikan Kementerian PU untuk perumahannya,” paparnya.

Longsor yang terjadi di Kecamatan Sukajaya mencakup wilayah yang cukup luas. Saat melihat lokasi longsor dari udara pada hari Minggu, 5 Januari 2020 lalu, Presiden menyebut ada ratusan titik longsor.

“Kemarin saya lihat dari helikopter sangat kelihatan sekali, yang longsor itu bukan hanya puluhan, tapi ratusan. Ini baru pada tahap diselesaikan, dibersihkan, terutama yang terisolir,” ucapnya.

Oleh karena itu, Presiden mengimbau seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat desa agar terus waspada terhadap kemungkinan bencana. Mengingat puncak musim hujan masih akan berlangsung sampai bulan depan.

“Ini masih musim hujan yang ekstrem, masih akan berlangsung terus sesuai yang disampaikan BMKG sampai bulan Febuari agar masyarakat terus dan tetap waspada karena tanah-tanah terutama di sekitar Kecamatan Sukajaya sangat rawan longsor,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden saat meninjau lokasi banjir bandang di Lebak antara lain, Basuki Hadimuljono Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Terawan Agus Putranto Menteri Kesehatan, Juliari Peter Batubara Menteri Sosial, dan Pramono Anung Sekretaris Kabinet.(rid/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Jalan Tambak Osowilangon Macet

Jalan Ahmad Yani Surabaya Pada Petang Hari

Kemacetan di Ketintang Arah Jalan Karah

Surabaya
Rabu, 18 Mei 2022
29o
Kurs