Kamis, 29 Oktober 2020

Puluhan Mahasiswa Unair Desak Rektor Turunkan Biaya UKT 50 Persen

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unair menggelar aksi unjuk rasa di depan rektorat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (29/7/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unair menggelar aksi unjuk rasa di depan rektorat Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Rabu (29/7/2020). Mereka mendesak rektorat agar menurunkan biaya uang kuliah tunggal (UKT) 50 persen tanpa syarat untuk semua golongan.

Aksi mahasiswa ini berangkat dari Kampus B Unair pukul 11.00 WIB, bergerak ke rektorat di Kampus C. Tapi, mereka dihalau oleh petugas kepolisian dan security kampus. Sehingga mereka sempat menutup jalan simpang Kampus C Jl. Ir Soekarno (Merr).

Mereka sempat bakar-bakar sampah di tengah jalan sambil berorasi. Aksi blokade jalan berlangsung sekitar satu jam, setelah itu mereka bisa bergerak ke rektorat.

Bobby Tanaya humas Aliansi Mahasiswa Unair mengatakan, sebanyak 90% lebih dari 7.154 mahasiswa yang mengisi survei pada jaring aspirasi UKT menyatakan ketidakpuasan terhadap pembayaran UKT dan fasilitas yang diberikan oleh Universitas Airlangga selama semester genap 2020.

“Hal tersebut menandakan bahwa Universitas Airlangga kurang bijak dalam merespon permasalahan pembayaran UKT pada masa pandemi ini,” ujarnya di sela aksi.

Bobby mengatakan, data yang dikeluarkan oleh pihak Universitas, sebanyak 2.395 mahasiswa dibebaskan pembayaran UKT, 1.750 mahasiswa mendapat keringanan UKT (tidak disebutkan berapa biaya yang diturunkan), mahasiswa semester akhir mendapat 50% potongan (S1 Semester 9 dari SNMPTN dan SBMPTN, mandiri tidak termasuk, D3 semester 7).

“Data di atas menimbulkan banyak pertanyaan dan tanggapan dari kalangan mahasiswa Unair atas ketimpangan yang dirasa. Tidak sampai 15 persen dari sekitar 40.000 mahasiswa yang mendapatkan bantuan dari Unair. Sisanya ya ditelantarkan,” katanya.

Bobby mengatakan, dengan dasar Pasal 31 ayat (1) UUD 1945, yang berbunyi “Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan”, pihaknya merasa adanya ketimpangan bantuan dan tidak adanya transparansi dari pihak Unair.

“Kami merasa Unair seharusnya memberikan seluruh bantuan dan mampu untuk bersikap bijak kepada seluruh mahasiswanya tanpa terkecuali pada masa-masa sulit seperti ini.
Oleh karena itu kami hari ini mengadakan aksi,” katanya.

Adapun beberapa tuntutan Aliansi Mahasiswa Unair sebagai berikut:

1. Turunkan UKT sekurang-kurangnya 50% tanpa syarat kepada semua golonganTURUNKAN UKT SEKURANG-KURANGNYA 50% TANPA SYARAT KEPADA SEMUA GOLONGAN.

2. Adanya transparansi keuangan Unair berupa Rancangan Anggaran Belanja.

3. Berikan subsidi terkait pelaksanaan kuliah daring kepada mahasiswa berupa bantuan kuota internet yang layak selama perkuliahan daring berlangsung.

4. Bebaskan biaya perkuliahan (UKT) bagi mahasiswa akhir Unair

5. Legalisasi 4 tuntutan diatas dalam bentuk SK Rektor Unair yang baru mengenai pembiayaan UKT

Sementara itu, Suko Widodo Kepala Humas Unair Surabaya mengatakan, sebelum mahasiswa menggelar aksi hari ini, pimpinan Unair telah membuat kebijakan yang menyerap aspirasi semua pihak.

“Bahkan sudah ketemu dengan organisasi perwakilan mahasiswa, Ketua BEM kita undang dan itu sudah sepakat. Bahkan kebijakan UKT banyak dipuji orang karena kampus tahu persis kondisi pandemi saat ini,” katanya.

Suko mengatakan, pihak kampus sudah memberikan kebebasan UKT pada 2.395 dengan mekanisme KIP. “Bagi mereka mahasiswa semester akhir tinggal skripsi, kalau Oktober sudah selesai juga digratiskan. Mereka nuntut 50%, malah kita gratiskan,” katanya.

Suko menilai tuntutan massa aksi yang meminta potongan 50 persen untuk semua golongan malah menimbulkan ketimpangan.

“Sistem kita UKT yang disepakati sejak mahasiswa masuk. Kalau semua harus dipotong 50% bagaimana dengan putra pengusaha kaya, anak Bupati kalau dipotong padahal kita juga membutuhkan untuk diberikan pada mahasiswa yang kekurangan,” katanya. (bid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Kamis, 29 Oktober 2020
33o
Kurs