Kamis, 28 Januari 2021

RS Unair dan RSUD dr Soetomo 80 Persen Lebih Tampung Pasien Covid-19 Warga Surabaya

Laporan oleh Agung Hari Baskoro
Bagikan
Rumah Sakit Pendidikan Universitas Airlangga (RSUA). Foto: Humas Unair

Tri Rismaharini Walikota Surabaya mengatakan, pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit (RS) di Surabaya 50 persennya merupakan warga luar Surabaya. Pada pernyataannya saat berdiskusi dengan IDI Surabaya dan Persi di Balai Kota, Surabaya pada Senin (11/5/2020) lalu, ia berharap tidak semua orang harus dirujuk ke Surabaya dan diterima oleh Rumah Sakit di Surabaya.

Meski begitu, setidaknya data berkata lain ketika menengok pasien Covid-19 di RS Unair dan RSUD dr Soetomo, dua rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya.

Dr Alfian Nur Rasyid SpP Jubir Satgas Covid-19 RS Unair mengatakan, selama bulan Maret-Mei 2020, 86,7 persen atau 205 pasien Covid-19 di RS ini ber-KTP Surabaya. Sisanya, berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur dan 1 dari Cilegon, Banten.

Ia mengatakan, selama ini RS Unair tidak pernah melihat asal daerah pasien yang masuk. Sehingga, banyaknya pasien ber-KTP Surabaya terjadi secara alami.

“Alami. Alami. Di rumah sakit tenaga kesehatan dimanapun sedunia, tidak boleh ada pasien masuk. ‘Pak sampean KTP ndi, oh nggak Surabaya nggak boleh, nggak ada‘. Nggak boleh. Itu kita melayani masyarakat tidak pandang suku, agama, asal darimana. Itu alami,” ujar Dr Alfian pada Sabtu (16/5/2020).

Ia menambahkan, bahkan sejauh pemantauannya, sejumlah kecil pasien yang ber-KTP non Surabaya, bukan dari rujukan rumah sakit di daerah. Malah sejumlah rujukan berasal dari RS di Surabaya.

“Bukan, Bukan. Setahu kami, bukan (rujukan dari RS daerah). Rujukan malah dari RS-RS di Surabaya. Entah dari Soewandhi, Mitra, dan kita itu tidak nanya, loh. KTP mana, nggak. Tapi kondisi pasien,” katanya.

Data pasien RSKI (RS Unair) berdasar KTP bulan Maret sampai Mei 2020:

Surabaya: 205 pasien (86,7%)
Sidoarjo: 8 pasien (3%)
Malang: 3 pasien (1,3%)
Jombang: 2pasien (0,8%)
Nganjuk: 2 pasien (0,8%)
Kediri: 2 pasien (0,8%)
Tuban: 2 pasien (0,8%)
Pasuruan: 2 pasien (0,8%)
Blitar: 2 pasien (0,8%)
Madiun: 1 pasien (0,4%)
Magetan: 1 pasien (0,4%)
Jember: 1 pasien (0,4%)
Tulungagung: 1 pasien (0,4%)
Lumajang: 1 pasien (0,4%)
Mojokerto: 1 pasien (0,4%)
Bojonegoro: 1 pasien (0,4%)
Cilegon: 1 pasien (0,4%)

Di lain sisi, RSUD Dr Soetomo SurabayajSurabaya menunjukkan data hampir mirip. dr. Joni Wahyuhadi Direktur RSUD Dr Soetomo menyatakan, di rumah sakit yang dipimpinnya, 95 persen pasien Covid-19 adalah warga Surabaya. Meski tidak secara gamblang menjelaskan rincian dari prosentase 95 persen itu, ia juga menegaskan, rumah sakit sesuai etika kedokteran tidak boleh membeda-bedakan pasien berdasarkan perbedaan asal daerah. (bas/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Proses Perbaikan Retakan di Jalan Tol

Jalan Tol Surabaya-Gempol Longsor

Jalan Rusak Wiyung Pratama

Truk Tabrak Tiang

Surabaya
Kamis, 28 Januari 2021
24o
Kurs