Jumat, 12 Agustus 2022

Sadari WNI Aset Paling Berharga, KBRI Wellington Kumpulkan Ketua Ormas

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Tantowi Yahya Duta Besar RI untuk Selandia Baru saat di KBRI Wellington. Foto: Istimewa

Sebanyak 21 Ketua dan Pengurus Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tersebar di Selandia Baru, Samoa, Tonga, dan Cook Islands berkumpul di Wellington pada hari Sabtu (29/2/2020) mengikuti acara rapat koordinasi Ormas wilayah akreditasi KBRI Wellington.

Tantowi Yahya Duta Besar RI untuk Selandia Baru dalam kata sambutannya menekankan bahwa Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri merupakan aset paling berharga, ujung tombak dan mitra pelaksanaan diplomasi Indonesia di luar negeri.

“KBRI tidak mungkin dapat melaksanakan tugasnya dengan baik tanpa adanya peran aktif WNI sehingga para ketua Ormas diharapkan dapat menjadi jembatan penyambung antara KBRI dan masyarakat Indonesia,” jelas Tantowi.

Selama rakor berlangsung, para peserta mendengarkan penjelasan dari seluruh fungsi yang ada di KBRI Wellington, seperti fungsi Protokol dan Konsuler, Ekonomi, Pensosbud, Politik, dan Atase Pertahanan dan dilanjutkan dengan diskusi interaktif.

Paparan fungsi Protokol dan Konsuler mengawali acara sebagai bidang yang bersentuhan langsung dengan masyarakat mendapatkan perhatian khusus dari seluruh peserta rapat koordinasi.

Umumnya isu yang hangat dibahas adalah seputar perlindungan warga dan isu dwi kewarganegaraan. Selain penjelasan dari Fungsi-Fungsi, para peserta juga mendapatkan informasi terkini mengenai program dan target Pemerintah di berbagai bidang.

Reza Abdul Jabar Tokoh masyarakat asal kota Invercargill berpandangan bahwa isu dwi kewarganegaraan perlu segera dituntaskan oleh Indonesia. Pengusaha ternak yang cukup sukses ini berpendapat bahwa aset ekonomi milik eks WNI yang ada di Selandia Baru terhitung sangat banyak.

“Jika mereka masih diijinkan memegang status WNI-nya, maka sebetulnya aset mereka merupakan aset Indonesia juga,” tambah Reza.

Dubes Tantowi mengapresiasi jalannya diskusi yang dinamis seraya menambahkan bahwa meskipun KBRI hanya dapat menjalankan peraturan yang ditetapkan oleh Pemerintah dan DPR RI, namun seluruh hasil diskusi tersebut akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan pengembangan kebijakan luar negeri ke depannya.

Dalam acara ormas yang berlangsung sejak pukul 8 pagi hingga malam hari di Wellington tersebut, para peserta juga mengapresiasi inisiatif Dubes RI dan jajaran KBRI Wellington yang untuk pertama kalinya mengundang para ketua ormas untuk berkumpul dan mendengarkan kebijakan Pemerintah Indonesia secara langsung. Bapak Thomas yang merupakan Tokoh WNI di Tonga tampak berkaca-kaca saat menyampaikan apresiasinya.

“Kegiatan ini sudah kami tunggu sejak lama dan akhirnya terealisasi juga,” kata WNI yang hidup di negara kepulauan di Pasifik ini. Di akhir acara, para Ketua Ormas yang telah lama hidup di luar negeri ini diundang makan malam perpisahan di Wisma Duta Besar RI untuk melepaskan rasa kangen mereka terhadap menu pecel lengkap hasil racikan Tim Rantang Wellington.

“Pertemuan seperti ini perlu dilakukan dalam rangka mengapresiasi mereka yang selama ini secara sukarela telah membantu tugas-tugas KBRI. Saya berharap materi yang diberikan selama rapat akan membuat mereka semakin siap dalam melayani dan berinteraksi dengan masyarakat dimana mereka berdomisili,” pungkas Tantowi.(faz/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Langir Sore di Grand Pakuwon

Suatu Sore di Sembayat Gresik

Sore yang Macet di Raya Nginden

Peserta Pawai Taaruf YPM Sidoarjo di Sepanjang

Surabaya
Jumat, 12 Agustus 2022
26o
Kurs