Rabu, 25 November 2020

Satgas Covid-19 Luncurkan Sistem untuk Meningkatkan Kedisiplinan Protokol Kesehatan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Covid-19. Foto: Biro Pers Setpres

Satgas Penanganan Covid-19 meluncurkan sebuah inovasi baru dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa (27/10/2020).

Wiku Adisasmito Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 menyebut, inovasi di bidang Data dan IT dan Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 menghasilkan Sistem Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Monitoring Perubahan Perilaku.

Sistem itu dirancang untuk menghasilkan data realtime, terintegrasi, sistematis, interoperabilitas, dan sistem yang melibatkan koordinasi lintas sektor.

“Melalui sistem ini, petugas di lapangan dapat memasukkan berbagai data terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan masyarakat di lokasi-lokasi pengawasan secara real time,” ujarnya di Jakarta, Selasa (27/10/2020)

Nantinya, data yang dimasukkan para petugas di lapangan akan diolah menjadi data statistik untuk mengetahui lokasi atau area terbanyak dengan lokasi geografisnya, dan menemukan pelanggaran protokol kesehatan.

Data statistik itu bisa digunakan untuk mengoptimalisasi pelaksanaan operasi yustisi.

Wiku menjabarkan, salah satu fitur yang terdapat dalam sistem BLC Perubahan Perilaku adalah kuesioner untuk melaporkan kerumunan yang terjadi dan juga memonitor kepatuhan individu dan institusi terhadap protokol kesehatan.

Termasuk dapat digunakan memetakan lokasi dan institusi yang perlu meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Hasil pelaporan monitoring dalam sistem itu, berbentuk sebuah dashboard nasional yang berbentuk alat navigasi.

Sistem itu sudah berjalan selama 4 pekan, dan sudah ada 18.960.212 orang yang dipantu. Juga ada 3.480.380 titik pantau di seluruh Indonesia, dan ada 485 kabupaten/kota yang dipantau termasuk seluruh provinsi di Indonesia.

“Data yang dihasilkan bersifat realtime, dan akan terus diperbarui berdasarkan laporan yang masuk, melalui dashboard itu pula dapat diketahui jumlah orang yang dipantau, titik pemantauan, jumlah kabupaten/kota serta provinsi yang dipantau,” papar Wiku.

Melalui dashboard itu juga Satgas Covid-19 bisa memetakan wilayah di Indonesia yang perlu meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan.

Data-data itu akan diolah dalam aplikasi dan bisa digunakan untuk menentukan kebijakan mendorong perubahan perilaku masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Dalam mengoperasikan sistem ini, Satgas Penanganan Covid-19 mempertimbangkan aspek kemitraan atau pentahelix.

Wiku mengakui, pihaknya tidak dapat bekerja sendiri memerangi pandemi. Dibutuhkan kerja sama berbagai pihak termasuk kalangan masyarakat.

Saat ini, sudah ada kerja sama dengan TNI yang menurunkan lebih dari 95.392 personel, Polri menurunkan 196.668 personel, duta perubahan perilaku sebanyak 17.199 orang yang terdiri dari PLKB atau petugas lapngan Keluarga Berencana dari BKKBN, mahasiswa dan dosen, Koalisi Kependudukan Indonesia, Koalisi Muda Kependudukan dan Sat Pol PP.

Para petugas itu melaporkan setiap detik pantauan lapangan kepada sistem.

Lebih lanjut, Wiku mengapresiasi setinggi-tingginya para pihak yang sudah terlibat. Dia berharap sistem itu ke depan menjadi alat navigasi sebagai upaya lanjutan perubahan perilaku dan arahan strategis komunikasi publik.

“Ingat, tidak ada toleransi atas ketidakpatuhan terhadap protokol kesehatan. Kalau sudah ada bukti terkait pelanggaran harus ditindak dengan tegas,” pungkasnya.(rid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs