Senin, 27 September 2021

Telkomsel Hadirkan Program: Merdeka Belajar Jarak Jauh

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Tim Telkomsel usai diterima Gubernur Jawa Timur. Foto: Humas Telkomsel

Pandemi Covid-19 membuat gaya hidup di seluruh lapisan masyarakat berubah. Hampir seluruh aktivitas sehari-hari lebih banyak dilakukan di rumah. Alhasil, seluruh aktivitas tersebut dilakukan dengan memanfaatkan koneksi internet yang benar-benar bisa diandalkan sehingga mampu mendukung perubahan cara belajar.

Telkomsel sebagai operator telekomunikasi paling Indonesia sangat memahami kebutuhan masyarakat terhadap koneksi internet yang bisa diandalkan, sinyal yang kuat, di mana pun mereka berada. Sebagai bentuk komitmen terhadap perubahan cara belajar anak-anak dari luring (offline) ke daring (online), Telkomsel mendukung program pemerintah melalui program “Merdeka Belajar Jarak Jauh” (MBJJ).

Adiwinahyu B Sigit Executive Vice President East Area Sales Telkomsel mengatakan program MBJJ diinisiasi Telkomsel dengan mengacu pada tingkat kebutuhan anak-anak didik saat belajar secara daring.

“Selama ini yang menjadi keluhan anak-anak peserta didik adalah koneksi internet tidak stabil, sinyal jelek terutama yang berada di wilayah pelosok atau pinggiran kota. Imbasnya, proses belajar mengajar terganggu dan wali murid harus berpikir ulang untuk mendapatkan koneksi internet yang benar-benar bisa diandalkan. Nah, di sini Telkomsel jadi solusinya.”

Sigit kemudian menambahkan bahwa Telkomsel telah menyosialisasikan program MBJJ ke beberapa provinsi seperti di Indonesia, beberapa di antaranya seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Bali. Di Jawa Timur, Telkomsel memberikan 1,3 juta kartu perdana lengkap dengan Paket Belajar 10GB secara gratis untuk anak-anak didik melalui Gubernur Jawa Timur.

Penyerahan 1,3 juta kartu perdana tersebut diserahkan secara langsung oleh Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Senin (24/8/2020) lalu di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Kami berharap dengan bantuan 1,3 juta kartu perdana tersebut, anak-anak didik baik yang ada di wilayah perkotaan maupun pelosok di Jawa Timur bisa nyaman belajar di rumah berkat sinyal terkuat Telkomsel,” ujar Sigit.

Sementara itu Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menyambut baik bantuan dari Telkomsel. “Kami apresiasi sekali bantuan 1,3 juta kartu perdana Telkomsel. Sangat membahagiakan kami dan anak-anak didik kami, apalagi Jawa Timur menjadi yang pertama menerima bantuan ini.”

Tidak hanya mendukung program pendidikan jarak jauh yang dicanangkan pemerintah saja, namun Telkomsel juga peduli terhadap anak-anak didik termasuk yang berada di wilayah pelosok agar bisa menikmati jaringan terluas di seluruh nusantara dan tentunya dengan sinyal terkuat.

“Hingga saat ini, sinyal terkuat dari Telkomsel ini didukung dengan lebih dari 228.000 BTS yang ada di seluruh wilayah nusantara. Dengan jumlah BTS sebesar itu, Telkomsel menjangkau 95 persen populasi masyarakat hingga pelosok negeri. Jadi, tidak perlu diragukan lagi bagaimana keandalan koneksi internet Telkomsel.”papar Sigit.

Sigit juga mengatakan bahwa Telkomsel tidak akan berhenti mendukung segala aktivitas masyarakat di berbagai strata ekonomi, terlebih di masa pandemi dan memasuki kondisi kenormalan baru. Banyak peluang yang bisa dilakukan masyarakat dengan menggunakan sinyal terkuat Telkomsel.

“Telkomsel tidak pernah obral janji, karena keandalan dan kekuatan sinyal Telkomsel bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Telkomsel ingin masyarakat bangkit dengan semangat luar biasa dalam menyikapi kondisi saat ini dan bisa melakukan apa saja walau harus lebih banyak berada di rumah.” pungkas Sigit.(tok/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Senin, 27 September 2021
33o
Kurs