Jumat, 9 Desember 2022

Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Untag Jadi Universitas Mitra UTBK Unair

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Peserta UTBK wajib mematuhi protokol kesehatan sebelum memasuki ruang ujian di Kampus Untag Surabaya. Foto: Humas Untag

Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya dipercaya Universitas Airlangga (Unair) sebagai Universitas Mitra UTBK Unair dalam rangka Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 untuk kali kedua.

Jumlah peserta SBMPTN di Untag tahun ini sekitar 720 peserta. SBMPTN akan dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan ketat.

Untuk lokasi UTBK (Ujian Tulis Berbasis Komputer), Untag Surabaya memusatkan ruangan pelaksanaan ujian di Laboratorium Bersama, Gedung Graha Widya lantai dasar. Ada 4 ruang komputer yang digunakan aktivitas ini yaitu di ruang 101 hingga ruang 104.

“Tiap harinya ada 2 sesi ujian yang berlangsung, kecuali hari Jumat hanya berlangsung satu sesi pagi saja,” terang Dwi Harini Sulistyawati, S.T., M.T., Kepala Biro Akademik Untag Surabaya, Jumat (10/7/2020).

Tetapi berbeda dengan tahun sebelumnya, pelaksanaan UTBK kali ini menerapkan dengan ketat protokol kesehatan sebagai satu diantara upaya menghindari penyebaran pandemi Covid-19. Termasuk hanya menempatkan separoh ruangan bagi peserta ujian sebagai bagian dari physical distancing.

“Untuk satu ruangan, kapasitas yang bisa dipakai sekurangnya untuk sekitar 30 peserta ujian. Tapi dalam rangka penerapan protokol kesehatan sekaligus social distancing dan physical distancing, maka ruangan hanya diisi oleh 15 peserta ujian saja. Ini juga bagian dari kepedulian kami agar peserta nyaman menjalankan ujian,” tambah Rini sapaan Dwi Harini Sulistyawati.

Tidak hanya itu, kepada setiap peserta yang akan masuk ke dalam ruang ujian, panitia mewajibkan peserta memakai masker. Kemudian oleh panitia dilakukan pemeriksaan suhu tubuh terhadap setiap peserta.

Dengan ketentuan ambang batas suhu tubuh sekitar 37,5 derajat Celcius, kepada peserta yang melebihi ambang batas itu langsung diminta untuk pulang. Dan berdasarkan himbauan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya agar peserta UTBK 2020 membawa hasil rapid test, pihak kampus menyediakan sarana rapid test bagi peserta ujian dari luar kota.

“Beberapa peserta yang tidak membawa hasil rapid test, dan biasanya adalah peserta dari luar kota yang cukup kesulitan mencari rapid test di daerah, bisa melakukan rapid test di kampus Untag Surabaya, tepatnya bisa dilakukan di Poliklinik Untag Surabaya,” tambah Rini.

Dan panitia mencatat sekitar 27 peserta yang melakukan rapid test di Poliklinik Untag Surabaya dalam rangka pelaksanaan UTBK tersebut. “Alhamdulillah semuanya non-reaktif,” tegas Rini. Apabila ditemukan peserta dengan hasil rapid test reaktif, peserta akan dipulangkan dan berkesempatan melakukan penjadwalan ulang ujian UTBK.

Sebelum memasuki ruang ujian, yang di setting sedemikian rupa berjarak 1 meter untuk masing-masing bangku ujian, setelah pemeriksaan kelengkapan masker dan pengecekan suhu tubuh, para peserta transit di sebuah ruangan untuk kembali dilakukan pemeriksaan suhu tubuh.

“Sebelum memasuki ruang ujian, peserta kembali di cek suhu tubuhnya, kemudian wajib melakukan cuci tangan, dan kembali diberikan hand sanitizer kepada setiap peserta ujian yang sudah berada di dalam ruangan ujian, dengan jarak bangku masing-masing sekitar 1 meter,” pungkas Rini.

Panitia pelaksana UTBK 2020 dari kampus Untag Surabaya, lanjut Rini mewajibkan dan memberikan peserta sebuah sarung tangan untuk dipakai sebelum mengerjakan ujian. Dan pada setiap sesi pergantian ujian, panitia melakukan penyemprotan ruangan dengan menggunakan cairan disinfektan.(tok/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Jumat, 9 Desember 2022
30o
Kurs