Selasa, 27 Oktober 2020

WHO: Pembatasan Sosial Saja Tidak Cukup untuk Atasi COVID-19

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Badan kesehatan dunia (WHO). Foto: Wikipedia

Tedros Adhanom Ghebreyesus Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengatakan bahwa penanganan COVID-19 harus dilakukan secara komprehensif oleh setiap negara, penerapan pembatasan sosial tidak cukup untuk mengatasi penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe baru tersebut.

Saat menyampaikan keterangan kepada media pada Senin (16/3/2020), Tedros mengatakan bahwa penerapan pembatasan interaksi sosial langsung seperti peliburan sekolah dan pembatalan kegiatan olahraga untuk mengendalikan penularan COVID-19 belakangan meningkat.

“Tindakan pembatasan sosial dapat membantu mengurangi penularan dan memungkinkan sistem kesehatan untuk mengatasinya. Cuci tangan dan menutup mulut menggunakan siku saat batuk bisa mengurangi risiko diri sendiri dan orang lain. Tapi itu saja tidak cukup untuk menumpas pandemi ini,” kata Tedros seperti dilaporkan Antara.

“Seperti yang selalu saya katakan, semua negara harus menjalankan pendekatan komprehensif,” ia menambahkan.

Dia mengatakan bahwa cara paling efektif untuk mencegah infeksi dan menyelamatkan jiwa adalah memutus rantai penularan dan untuk itu pemeriksaan dan karantina harus dilakukan.

“Anda tidak bisa melawan api dengan mata tertutup. Dan kita tidak bisa menghentikan pandemi ini jika kita tidak tahu siapa yang terinfeksi. Kami punya pesan sederhana untuk semua negara: tes, tes, tes. Periksa setiap kasus yang dicurigai (COVID-19),” kata Tedros.

“Kalau hasil tes positif, isolasi mereka dan temukan siapa yang pernah berhubungan dekat dengannya sampai dua hari sebelum gejala berkembang, dan periksa orang-orang itu juga,” katanya.

WHO merekomendasikan pemeriksaan dilakukan pada orang-orang yang berhubungan dengan orang yang diketahui positif COVID-19 yang menunjukkan gejala serupa infeksi virus corona.

Badan kesehatan dunia sudah mengirimkan hampir 1,5 juta perangkat pemeriksaan ke 120 negara dan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan ketersediaan perangkat pemeriksaan ke negara-negara yang paling membutuhkan.

WHO menyarankan seluruh pasien yang dikonfirmasi terserang COVID-19, termasuk yang menunjukkan gejala ringan, diisolasi di fasilitas kesehatan untuk mencegah penularan.(ant/iss/rst)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Pengunjukrasa Melintas di Diponegoro

Hujan di Bratang Surabaya

Kecelakaan Melibatkan Dua Truk di Pandaan

Kebakaran Gudang di Simorejo Sari

Surabaya
Selasa, 27 Oktober 2020
31o
Kurs