Jumat, 23 April 2021

WHO Rekomendasikan Indonesia Menyelenggarakan Rapid Test Antigen

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar rapid test massal di sejumlah wilayah yang tersebar di Kota Pahlawan. Foto: Istimewa

Badan Kesehatan Dunia (WHO) berencana menyediakan 120 juta unit alat tes cepat atau rapid test antigen Covid-19 untuk digunakan di sekitar 133 negara.

WHO memprioritaskan rapid test antigen untuk negara-negara berpendapatan rendah dan menengah yang banyak kasusnya.

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan, pihaknya sudah berkomunikasi dengan WHO melalui perwakilan yang ada di Indonesia.

Dalam komunikasi itu, Satgas Covid-19 mengusulkan supaya WHO mempertimbangkan Indonesia sebagai negara prioritas penerima alat rapid test antigen.

Hasilnya, organisasi kesehatan dunia merekomendasikan Indonesia untuk menyelenggarakan tes cepat yang kualitasnya lebih baik dari rapid test antibody.

Menurut Wiku, bantuan alat rapid test antigen dari WHO diperlukan untuk mempercepat upaya mendeteksi kasus Covid-19 di Tanah Air.

“Kami mohon untuk bisa dipertimbangkan mendapatkan bantuan dari WHO untuk tes cepat antigen. Agar kita bisa mendeteksi lebih cepat kasus Covid-19 yang ada di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Sebelumnya, Wiku Adisasmito mengatakan, rapid test antigen bisa menggantikan rapid test antibody sebagai pendeteksi awal ada tidaknya Virus Corona di tubuh seseorang.

Wiku menyebut, hasil rapid test antigen yang bisa diketahui dalam hitungan menit, lebih akurat dibanding rapid test antibody.

Metode rapid test antigen mengambil sampel dengan cara mengusap rongga hidung dan tenggorokan. Sedangkan rapid test antibody mengambil sampel darah.

Walau fungsi screening rapid test antigen lebih baik dari rapid test antibody, Dokter Wiku menegaskan, uji cepat itu belum bisa menggantikan pengujian metode polymerase chain reaction (PCR).

Maka dari itu, orang yang terdeteksi reaktif berdasarkan hasil rapid test antigen, perlu melakukan test PCR untuk memastikan diagnosa.(rid/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Truk di Sembayat

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Surabaya
Jumat, 23 April 2021
26o
Kurs