Rabu, 25 November 2020

Zona Oranye Bertambah, Satgas Covid-19 Ingatkan Pemda Jangan Lengah

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Ilustrasi. Kota Madiun yang ditetapkan sebagai zona hijau sejak Sabtu (20/6/2020). Foto: infocovid19.jatimprov.go.id

Wiku Adisasmito Juru Bicara Satgas Penangganan Covid-19 mengungkapkan, peta zonasi risiko pekan ini menunjukkan perkembangan siginifikan pada zona merah atau risiko tinggi.

Zona merah sebaran daerahnya turun dari 32 menjadi 20. Tapi, pada zona oranye atau risiko sedang meningkat dari 344 menjadi 360 atau 70 persen.

Artinya, seluruh kabupaten/kota di Indonesia sekarang berada di zona oranye.

“Ini adalah bukti banyak daerah yang terlena karena tidak masuk pada zona merah. Ingat, zona oranye juga masih berbahaya dan berisiko terjadi peningkatan penularan. Kalau tidak waspada dan terus lengah, maka kabupaten/kota di zona oranye sewaktu-waktu dapat berpindah ke zona merah,” ucapnya di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Pekan ini, lanjut Wiku, juga terjadi perubahan pada zona hijau. Terjadi penurunan drastis jumlah daerah pada zona hijau atau tidak ada kasus baru, dari 12 menjadi 7.

Pada zona hijau tidak terdampak menurun dari 13 menjadi 12 kabupaten/kota. Yang perlu menjadi perhatian katanya, terdapat 4 kabupaten/kota yang sebelumnya tidak ada kasus baru, sekarang masuk zona oranye.

Masing-masing Bengkulu Selatan (Bengkulu), Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah), Pulau Taliabu (Maluku Utara) dan Mbramo Tengah (Papua).

Lalu, ada 2 kabupaten/kota yang sebelumnya zona hijau tidak ada kasus baru, sekarang masuk zona kuning, yaitu Lebong (Bengkulu) dan Lingga (Kepulauan Riau).

Selain itu, ada satu kabupaten/kota yang sebelumnya tidak pernah ada kasus Covid-19 menjadi ada dan masuk ke zona kuning yaitu Natuna di Kepulauan Riau.(rid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs