Selasa, 28 September 2021

Addie MS Aransemen Ulang Himne dan Mars Gelora Ubaya

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan
Benny Lianto Rektor Ubaya dengan Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya yang diaransemen ulang Addie MS. Foto: Humas Ubaya

Addie MS, maestro orkestra Indonesia aransemen ulang lagu Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya agar memiliki kesan mendalam saat didengar atau dinyanyikan oleh segenap sivitas akademika.

Untuk itu Addie MS menggandeng City of Prague Philharmonic Orchestra dari Republik Ceko, orkestra terbaik di dunia dalam menggarap project ini.

Syair disertai dengan aransemen musik dalam lagu himne dan mars mencerminkan visi misi, cita-cita, semangat sekaligus harapan sebuah organisasi atau lembaga yang ingin disampaikan kepada masyarakat.

Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya merupakan lagu wajib yang sering dinyanyikan serta didengar di setiap prosesi acara resmi di Universitas Surabaya (Ubaya).

Misalnya, acara penerimaan mahasiswa baru, wisuda, atau seremonial yang lain. Proses pembuatan project ini tidak mengubah syair atau makna lagu dari Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya.

Syair lagu Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya diciptakan oleh almarhum Hendro Sutrisno selaku Kepala Tata Usaha Fakultas Hukum Ubaya pada 1978 silam.

“Ubaya selalu mengutamakan kualitas dan berikhtiar untuk menjadi PTS (perguruan tinggi swasta) terbaik di Indonesia. Oleh karena itu, kami juga memilih berkolaborasi dengan yang terbaik di Indonesia. Salah satunya dengan Addie MS,” terang Benny Lianto Rektor Ubaya, Sabtu (5/6/2021).

Benny Lianto menambahkan, Ubaya di tahun 2019-2026 merumuskan tema rencana strategis baru yaitu Vijayarathna Karyakaranasambandha: A New Leap Into The Future.

Tema ini menyiratkan semangat untuk menciptakan kesuksesan, kemenangan yang berdampak, dan sebuah upaya sadar akan proses peremajaan kembali sekaligus menjadi lompatan pembaharuan Ubaya.

“Ubaya juga sedang menciptakan kapasitas baru untuk pencapaian-pencapaian baru di masa mendatang. Dalam suasana dan semangat baru ini Ubaya memutuskan aransemen ulang Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya,” kata Benny Lianto.

Addie MS sungguh berhati-hati selama proses pengerjaan project agar dapat menghasilkan karya yang terbaik. Hal itu karena kompleksitas rekaman mengingat banyaknya personil yang terlibat dalam rekaman.

Personelnya terdiri dari paduan suara Ubaya di Surabaya dan dikombinasikan dengan Twilite Chorus di Jakarta. Uniknya, proses rekaman tidak dilakukan di satu lokasi yang sama melainkan di tempat masing-masing.

Ayah dari Kevin Aprilio dan Tristan Juliano ini mengungkapkan, sejak merekam ulang lagu kebangsaan Indonesia Raya pada 1997 lalu dan rekaman tersebut dipakai secara luas hingga sekarang, dirinya jadi bersemangat mengerjakan lagu-lagu yang membangkitkan semangat kebangsaan dan kebanggaan nasional.

Mulai dari orkestrasi dan merekam lagu perjuangan, lagu daerah sampai menciptakan lagu untuk institusi negara seperti Mars dan Himne TNI, Mahkamah Agung, Kemendagri, OJK, LPS sampai menciptakan lagu korporat untuk Garuda Indonesia, Summarecon, BCA, dan lain-lain.

“Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya pun bagi saya penting, karena pesan-pesan yang terkandung di liriknya mempunyai kekuatan untuk ikut membentuk karakter pemuda Indonesia. Saya yakin jika musik bisa amat berperan untuk membuat pesan dalam lirik tersebut lebih mudah terserap di hati sanubari yang mendengarkan,” kata Addie MS.

Musik, menurut Addie MS dia ibaratkan seperti kendaraan yang sangat efektif untuk mengantar pesan secara mendalam dan emosional.

Tidak hanya menyentuh kecerdasan kognitif tetapi juga afektif bagi para pendengarnya.

Pembuatan aransemen, okrestrasi, hingga proses rekaman Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya membutuhkan waktu sekitar lima bulan.

Pada kesempatan ini, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Paduan Suara atau lebih dikenal dengan Ubaya Choir berkesempatan berkolaborasi dengan Addie MS dalam project lagu Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya.

Bagus Syafrieza Paradhika Pelatih Ubaya Choir merasa senang akan kesempatan emas yang diberikan Ubaya untuk bekerja sama dengan Addie MS dalam project itu.

Bagus menyampaikan, salah satu hal yang menantang dalam proses pembuatan ulang lagu itu adalah mengolah suara dan rasa yang agak rumit.

Hal itu disebabkan karena mahasiswa tidak bisa bertemu secara langsung setiap hari akibat adanya wabah pandemi Covid-19. Akhirnya Ubaya Choir harus berkoordinasi dan mencoba latihan daring.

“Kami sangat kagum dengan hasil aransemennya karena terdengar lebih megah seperti lagu kebangsaan. Kami berharap lagu Himne Ubaya dan Mars Gelora Ubaya dengan aransemen yang baru ini bisa dibanggakan ke publik nasional hingga internasional. Dengan ini, Ubaya punya himne dan mars yang sangat baik secara kualitas dengan perpaduan musik orkestra dan paduan suara,” pungkas Bagus Syafrieza Paradhika.(tok)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Mobil Terperosok di depan RSAL dr Ramelan A.Yani

Antre Vaksin di T2 Juanda

Kebakaran Lahan Kosong Darmo Permai

Surabaya
Selasa, 28 September 2021
27o
Kurs