Minggu, 22 Mei 2022

Aplikasi Buaian Tekan Kasus Kematian Ibu Hamil di Jawa Timur

Laporan oleh Manda Roosa
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, meresmikan Aplikasi Buaian. Bersamaan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke-57, Senin (13/12/2021) Foto: Istimewa

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur meresmikan Aplikasi Buaian. Buaian sendiri merupakan singkatan dari Bunda Anak Impian.

Aplikasi yang diinisiasi Fakultas Kedokteran (FK Unair) dan Dinkes Jatim itu bentuk upaya membantu pemerintah menekan Angka Kematian Ibu (AKI) yang presentasenya tinggi di Jatim.

Prof. Dr. Budi Santoso, dr. Sp.OG(K) Dekan FK Unair, mengatakan aplikasi ini didesain untuk ibu hamil untuk sarana edukasi. Beberapa tips dan trik seputar kehamilan pun diberikan.

Salah satu fitur dalam aplikasi ini juga membantu ibu untuk melakukan assesment kehamilan mandiri mengenai keadaan kehamilannya. Apakah masuk dalam ibu hamil risiko tinggi atau tidak.

“Ini perlu diketahui sejak dini karena  penyebab kematian ibu tertinggi antara lain penyakit jantung, perdarahan pasca persalinan dan preeklamsia atau tekanan darah tinggi yang biasanya disebabkan oleh keterlambatan deteksi,” terangnya, Kamis(16/12/2021).

Keterlambatan deteksi berujung pada keterlambatan dalam penanganan serta rujukannya. Sehingga akibatnya menyebabkan kematian.

Dalam aplikasi ni juga memuat informasi mengenai bidan dan dokter kandungan terdekat. Aplikasi ini menghubungkan 1000 bidan dan 300 dokter kandungan di 38 kabupaten dan kota di Jatim.

“Sehingga ibu hamil bisa tahu kapan harus ke puskesmas, kapan harus ke rumah sakit,  kapan ke dokter dengan kelainan yang terdeteksi lewat aplikasi tersebut,” urainya.

Tak hanya itu, lewat aplikasi ini, ibu hamil juga bisa melakukan konsultasi dengan kader kehamilan untuk memantau kondisi kehamilannya. Data ibu hamil juga ter entry dalam aplikasi sehingga bisa dipantau.

Profesor Budi menyebut, sebenarnya aplikasi ini sudah ada sejak tahun 2013. Namun pada perjalanannya belum dimanfaatkan secara optimal. Sehingga perlu diupdate sesuai dengan perkembangan yang ada.

Saat ini aplikasi ini masih dalam tahap penyempurnaan. Namun beberapa fiturnya telah berjalan dan bisa diakses secara umum melalui website https://buaian.natrya.co.id/#/intro.

“Ke depan, aplikasi ini akan bisa diunduh secara gratis via play store dan apple store,” tambahnya.

Perlu diketahui, angka kematian Ibu di Jatim dari Januari hingga September tahun 2021  ada 1.127 kasus. 72 persen disebabkan karena Covid-19 dan 28 persen karena Pre Eklamsi, perdarahan, penyakit jantung dan lainnya.

Sebanyak 44 persen kematian ibu terjadi pada saat hamil. Sementara jumlah kematian bayi pada periode yang sama ada 2.465 kasus.(man/den)

Berita Terkait

Surabaya
Minggu, 22 Mei 2022
28o
Kurs