Sabtu, 4 Desember 2021

Bayinya Lahir Terminasi, Mahasiswi PPDS FK Unair Meninggal karena Covid

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Penghormatan terakhir yang dilakukan sivitas FK Unair untuk mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dr. Gesti Wira Nugrayekti (25) yang meninggal dunia, Kamis (22/7) setelah terpapar Covid-19 saat hamil. Foto: Humas FK Unair

Dokter Gesti Wira Nugrayekti (25 tahun) mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga meninggal karena Covid-19, Kamis (23/7/2021).

Setelah menjalani rawat intensif, pada akhirnya dia berpulang meninggalkan bayinya, buah hatinya bersama suaminya, yang baru saja lahir secara terminasi (diputuskan lahir sebelum waktunya).

Prof. Budi Santoso Dekan FK Unair mengatakan, Gesti menjalani perawatan intensif di Ruang Infeksi Khusus (RIK) RSUD dr. Soetomo sejak 4 Juli lalu setelah bayinya lahir secara terminasi.

Prof. Budi mengaku merasakan duka mendalam atas kepergian salah satu anak didik terbaiknya.

“Dokter Gesti adalah salah satu putra terbaik FK Unair. Beliau diterima sebagai PPDS Anestesi Januari lalu. Kami merasakan duka cita mendalam. Semoga pengabdiannya diganjar tempat terbaik di sisi-Nya,” katanya, Jumat (23/7/2021).

Dokter Gesti menyelesaikan SMPN 2 Jember dan SMAN 1 Jember masing-masing hanya 2 tahun sebagai siswa pilihan yang mengikuti program akselerasi.

Jenjang pendidikan dokter dia tempuh selama periode 2012 sampai 2018 silam, kemudian mengabdi internship selama setahun.

“Bagaimana pun kita harus waspada. Pandemi ini belum terkendali. Risiko transmisi tinggi. Demi keselamatan bersama, segala aktivitas melibatkan kerumunan harus disiasati,” katanya seperti dilansir Antara.

Dr. Joni Wahyuadi Direktur RSUD dr. Soetomo Surabaya menyampaikan, segala upaya telah dilakukan untuk menyembuhkan Dokter Gesti yang dirawat di rumah sakit yang dia pimpin.

“Segala cara telah kami maksimalkan untuk menyelamatkan adik kami, Ananda Gesti. Namun, Tuhan memiliki kehendak lain,” ujarnya.

Dokter Gesti adalah Mahasiswa PPDS dari Departemen Anestesiologi FK Unair Angkatan 2021. Dia terpapar Covid-19 dalam kondisi hamil saat sedang menjalani cuti kehamilan.

Sejak dirawat di RIK 1, salah satu angkatan termuda di FK UNAIR ini terus mengalami pemburukan.

Pada 14 Juli lalu, ventilator dipasang untuk menunjang pernapasannya. Kemudian pada 15 Juli dia mengalami gagal jantung akut.

Selanjutnya, pada 17 Juli, Gesti mengalami syock septic, dan kemarin, Kamis (22/7/2021), dia dinyatakan meninggal di RIK 1 RSUD dr. Soetomo pada pukul 17.46 WIB.

Setelah menjalani upacara penghormatan terakhir, jenazah dokter kelahiran Jember 30 September 1996 silam ini dibawa ke peristirahatan terakhirnya di Jember.

Dia pergi meninggalkan suami serta seorang bayi yang lahir terminasi pada 3 Juli lalu. Sebuah peristiwa yang sangat ironis ketika pemerintah dan pemerhati anak sedang mengampanyekan perlindungan terhadap anak, termasuk dari Covid-19, di Hari Anak Nasional 2021.(ant/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Sabtu, 4 Desember 2021
29o
Kurs