Jumat, 3 Desember 2021

Berbagai Persiapan dan Hal Menarik Jelang Pelantikan Joe Biden

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Persiapan sebelum gladi bersih untuk Pelantikan Presiden terpilih Joe Biden di US Capitol, di Washington, 18 Januari 2021. Foto: Reuters/Jeenah Moon

Berbagai persiapan dilakukan menjelang pelantikan Joe Biden Presiden Amerika Serikat terpilih dan wakilnya, Kamala Harris, yang digelar hari ini Rabu (20/1/2021) pukul 11.30 a.m waktu setempat, atau pukul 23.30 WIB waktu Indonesia di Gedung Capitol, Washington D.C, Amerika Serikat.

Tercatat sebanyak 25 ribu anggota pasukan garda nasional siap mengamankan jalannya inagurasi empat tahunan tersebut.

Apalagi, pengamanan juga jauh lebih ketat pascaserangan terhadap gedung kongres oleh para pendukung presiden Trump pada tanggal 6 Januari lalu dan pemakzulan Trump oleh DPR.

Situasi di sekitar gerung Capitol, menurut Ariono Arifin reporter VOA Indonesia yang saat ini berada di Washington DC, terpantau aman terkedali.

“Di pagi hari ini di daerah Washington aman terkendali dengan hadirnya 25 ribu anggota pasukan garda nasional yang siap mengamankan acara,” ujarnya kepada Radio Suara Surabaya, Rabu malam.

Pria yang akrab dipanggil Arya tersebut mengatakan, warga Amerika Serikat tidak diperkenankan datang ke Gedung Capitol untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Mereka diminta untuk memantau jalannya pelantikan melalui live streaming di rumah masing-masing.

Sebelum pelantikan, Joe Biden dan Ibu Negara Jill Biden menghadiri kebaktian di Katedral St. Matthew the Apostle di Washington. Katolik sebelum pelantikannya. Ibadah merupakan satu kegiatan tradisi yang dilakukan sebelum upacara pelantikan. Bersama mereka, ada pula Wakil Presiden Kamala Harris dan suaminya, Douglas Emhoff.

Pada malam sebelum pelantikan, Joe Biden dan Kamala Harris memberi penghormatan kepada 400 ribu orang Amerika yang meninggal akibat Covid-19 di Lincoln Memorial, Washington, Selasa (19/1/2021).

“Mereka menghadiri acara penghormatan bagi warga Amerika yang terkena covid yang jadi korban dan meninggal, diadakan upacara menyalakan lampu di depan gedung Lincoln Memorial,” kata Arya.

Namun yang menarik, di hari pelantikan Joe Biden, Donald Trump presiden AS dikonfirmasi tidak akan hadir. Ia bersama istri dan keluarga melakukan perjalanan ke Florida.

Trump sebelumnya sempat mengunggah sebuah video yang intinya dalam hari terakhirnya menjabat sebagai Presiden Amerika, ia berdoa atas kesuksesan acara pelantikan mesti tanpa menyebut Joe Biden maupun Kamala Harris dalam video tersebut.

“Presiden Amerika Donald Trump sedang dalam perjalanan menuju Florida. Dia tidak menghadiri upacara inagurasi. Ini merupakan pertama kalinya setelah hampir 150 tahun seorang presiden US inkanben tidak menghadiri pelantikan presiden terpilih berikutnya,” papar Arya.

Selebritas Amerika juga tak ketinggalan mewarnai acara inagurasi ini. Daftar selebriti yang hadir dalam pelantikan Joe Biden antara lain: Lady Gaga yang menyanyikan lagu kebangsaan AS, Justin Timberlake, Garth Brooks, Jennifer Lopez, Demi Lovato, Ant Clemons, Jon Bon Jovi, John Legend, Foo Fighters, Kerry Washington hingga Bruce Springsteen.

Berikut jadwal selengkapnya, sebagaimana dikutip Cnet yang dilansir dari Tirto.id:

10 a.m (22.00 WIB):
Perayaan Pengukuhan Joe Biden oleh Pemuda Amerika di Gedung Putih

11:30 a.m (23.30 WIB):
Upacara pengukuhan Joe Biden.

Setelah upacara:
Pass in Review, tradisi militer lama yang mencerminkan pengalihan kekuasaan secara damai kepada presiden baru.

Sebelum parade:
Upacara Peletakan Karangan Bunga Pemakaman Nasional Arlington. Biden akan bergabung dengan mantan presiden Barack Obama, George W. Bush dan Bill Clinton.

03.15 p.m (03.15 WIB 21 Januari):
Parade virtual, yang akan dimulai dengan agenda Biden menerima pengawalan presiden ke Gedung Putih. Parade tersebut akan dipandu oleh aktor Tony Goldwyn.

8:30 p.m (8.30 WIB 21 Januari):
Acara TV spesial 90 menit, Celebrating America, dibawakan oleh aktor Tom Hanks.

Banyak pihak yang menanti dan memprediksi bagaimana arah kebijakan baik dalam maupun luar negeri pemerintahan Biden-Harris.

Nurul Bariza Pakar Hukum Perdagangan Internasional menjelaskan, Partai Demokrat memiliki perspektif egaliter. Sama seperti yang ditunjukkan di masa kepemimpinan Barack Obama, yang menyingkirkan aspek ethnicity.

Ketika pemimpin terpilih berasal dari Partai Demokrat, hubungan antar negara dinilai akan menjadi lebih harmonis.

Seperti yang dilansir Reuters, pemerintahan Joe Biden Presiden terpilih AS mendatang juga sedang mempertimbangkan untuk menciptakan jabatan di Gedung Putih yang berfokus pada kebijakan persaingan dan masalah yang berkaitan dengan pembatasan monopoli.

Penegakan kebijakan anti monopoli telah muncul sebagai masalah yang menjadi perhatian tim transisi Biden.(tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Jumat, 3 Desember 2021
26o
Kurs